Rabu, 25 April 2012

Artikel

Reksa Dana Tepat bagi Investor Cermat

Kesadaran akan pentingnya investasi, hingga seseorang mengambil langkah nyata untuk
berinvestasi pada salah satu instrumen investasi yang sesuai dengan dirinya adalah satu
tindakan positif yang dilakukan seseorang untuk mencapai kehidupan yang lebih baik untuk
mencapai tujuannya di masa mendatang.

Seorang investor yang telah memilih untuk berinvestasi di Reksa Dana daripada pilihan
instrumen investasi lainnya seperti membeli emas atau properti, membeli instrumen pasar
modal seperti saham atau obligasi secara langsung, artinya telah mempercayakan dana yang
dimilikinya untuk dikelola oleh Manajer Investasi untuk dikelola dalam sebuah portofolio
investasi.

Namun, peran aktif seorang investor belum sepenuhnya usai sampai di sini. Setelah
memutuskan berinvestasi di Reksa Dana, Investor juga perlu untuk menentukan Reksa Dana
yang tepat bagi dirinya. Pada umumnya, Investor yang masih awam, cenderung menyamakan
pilihan reksa dana dengan pilihan teman sejawatnya yang sudah terlebih dahulu berinvestasi di
reksa dana. Hal ini dikarenakan kurang pemahaman perbedaan jenis reksa dana yang ada.
Namun sesungguhnya jenis Reksa Dana yang paling tepat untuk setiap investor berbeda-beda
dan hanya dapat ditentukan oleh investor itu sendiri.

Mengibaratkan proses penyampaian informasi, terdapat sumber (informan) yang
menyampaikan informasi melalui berbagai jenis media/saluran (channel), antara lain melalui
media cetak (koran, majalah) atau media elektronik (website, internet), dan pada akhirnya
informasi tersebut diperoleh penerima informasi (reciever).

Persamaannya dengan dunia investasi di Reksa Dana, sumber informasi di sini diibaratkan
Manajer Investasi yang menginvestasikan dana investor yang dititipkan kepadanya ke dalam
beragam pilihan Reksa Dana yang ada (Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap,
Campuran atau Saham), sehingga yang bertindak sebagai receiver (penerima informasi) di sini
adalah investor, yaitu pihak yang menanggung risiko maupun menikmati return hasil investasi
yang dihasilkan dari jenis Reksa Dana yang diinvestasikan.
Namun, perlu diketahui bahwa proses penyampaian informasi ini, tidak terlepas dari gangguan
(noise). Dalam proses penyampaian informasi, gangguan (noise) yang dapat terjadi adalah
informasi yang diterima receiver tidak sama dengan informasi yang dikeluarkan oleh sumber
(source). Sedangkan dalam berinvestasi, setiap reksa dana mempunyai tingkat risikonya
masing-masing.

Untuk memperoleh informasi paling cepat dan terbaru dari beragam sumber informasi dari
seluruh penjuru dunia, dapat diperoleh dengan mengakses internet, namun hal ini tidak terlepas
dari risiko adanya salah pemberitaan akibat terlalu cepatnya penyebaran berita, yang faktanya
belum tentu benar. Selain itu mengakses internet juga memerlukan biaya yang cukup besar dan
relatif lebih mahal dari media lainnya.

Hal ini ibarat berinvestasi pada Reksa Dana Saham, yaitu Reksa Dana yang portofolionya
terdiri dari saham pilihan, dapat memberikan hasil investasi yang paling tinggi, namun
disamping itu juga mengandung risiko yang paling tinggi pula. Sebaliknya, untuk bentuk
penyampaian informasi yang paling awal/konservatif, jauh sebelum adanya media elektronik
dan segala inovasinya, informasi yang disampaikan kepada publik, pada umumnya
disampaikan melalui koran.

Sedangkan untuk Reksa Dana yang paling konservatif adalah Reksa Dana Pasar Uang. Reksa
Dana ini memiliki tingkat risiko yang paling rendah dan imbal hasil yang relatif stabil dan tepat
bagi investor yang memerlukan likuiditas tinggi.

Untuk jenjang penyampaian informasi yang lebih cepat daripada koran, penyampaian informasi
dilakukan melalui media elektronik seperti TV atau Radio.

Untuk itu, Reksa Dana dengan satu tingkat yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi
daripada Reksa Dana Pasar Uang adalah Reksa Dana Pendapatan Tetap. Reksa Dana ini
portofolionya terdiri dari obligasi pemerintah ataupun obligasi korporasi.

Selain itu, ada pula penerima informasi (receiver) yang cenderung menginginkan berita dengan
analisa yang lebih mendalam, hal ini pada umumnya dapat diperoleh melalui ulasan majalah
yang lebih detail, karena dalam penyusunan sebuah majalah mempunyai lebih banyak waktu
untuk merangkum segala bentuk informasi yang telah diperoleh dari koran, radio, TV, dan
internet, terkadang juga dilengkapi dengan wawancara eksklusif dengan narasumber
terpercaya. Namun untuk memperoleh majalah tersebut, pada umumnya memerlukan waktu
untuk menunggu masa terbitnya majalah tersebut, tergantung masa terbit majalah, kurang lebih
1(satu) bulan 1 (satu) kali.

Hal ini ibarat berinvestasi di Reksa Dana Campuran yaitu portofolio yang berisi gabungan
instrumen investasi yang ada, seperti obligasi, saham, atau pasar uang. Ibarat majalah yang
masa terbitnya lebih lama daripada koran, untuk memperoleh hasil investasi yang optimal pada
Reksa Dana Campuran diperlukan jangka waktu yang lebih panjang daripada Reksa Dana
Pendapatan Tetap atau Pasar Uang yang memiliki risiko yang lebih rendah.

Jadi dalam berinvestasi di Reksa Dana, beberapa hal paling penting yang perlu dipahami oleh
investor itu sendiri adalah, seberapa besar risiko (risk) yang mampu dihadapi, apakah termasuk
investor yang konservatif, moderat atau agresif, tingkat pengembalian imbal hasil (return) yang
diinginkan, jangka waktu (time horizon) untuk mencapai tujuan investasi tersebut, dan tujuan
(goal) investasi.

Setelah memilih jenis Reksa Dana yang tepat, supaya berinvestasi dapat memperoleh hasil
yang lebih maksimal, maka perlu diperhatikan pula strategi berinvestasi. Bila berinvestasi pada
Reksa Dana yang sangat fluktuatif seperti Reksa Dana Saham, maka perlu dilakukan dengan
dollar cost averaging, yaitu berinvestasi secara konsisten dalam setiap satuan waktu dalam
jangka waktu yang panjang. Hal tersebut akan memperoleh rata-rata nilai aktiva bersih yang
lebih tinggi dan cepat daripada berinvestasi secara lump sump (berinvestasi dalam satu satuan
dana yang besar dalam satu satuan waktu).

Berinvestasi di Reksa Dana dapat juga dimaksimalkan dengan berinvestasi pada beberapa
jenis reksa dana sekaligus, yaitu misalnya pada Reksa Dana yang dapat memberikan imbal
hasil tertinggi dan imbal hasil terendah, yaitu Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Saham.
Hal ini dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang
sekaligus. Kebutuhan jangka pendek dapat dipenuhi dari Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa
Dana Saham dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.

Dengan berinvestasi di Reksa Dana yang tepat dan menetapkan strategi berinvestasi dengan
disiplin, maka dapat menghasilkan investasi yang optimal bagi investor.

Bagaimana Memilih Reksa Dana Yang Tepat

Jika kita ingin melakukan investasi pada produk Reksa Dana, hal pertama yang kita lakukan tentunya
melihat ketersediaan produk Reksa Dana yang ada di pasar. Dan faktanya adalah, terdapat banyak sekali
Reksa Dana yang tersedia di pasar, dengan segala jenis dan karakteristiknya. Tentunya ini akan sedikit
membingungkan calon investor Reksa Dana, terutama bagi mereka yang masih awam dengan investasi
di pasar modal dan produk Reksa Dana. Namun, janganlah merasa kuatir dengan kondisi tersebut,
karena sebenarnya calon Investor dapat mengatasi hal tersebut secara sederhana, asalkan mengetahui
bagaimana sebenarnya melakukan proses seleksi terhadap sekian banyak Reksa Dana yang ada di pasar.

Artikel singkat ini ditujukan kepada pembaca yang merupakan Investor pemula di pasar modal,
termasuk mengenai produkproduk investasi yang tersedia di pasar, seperti produk Reksa Dana.
Diharapkan tulisan singkat ini dapat menjadi sumber informasi bagi mereka yang berminat untuk
mengetahui lebih detail mengenai bagaimana memilih produk Reksa Dana yang tepat untuk mereka.
Ikutilah beberapa petunjuk singkat berikut ini sehingga calon Investor dapat lebih memahami proses
memilih Reksa Dana yang tepat untuk mereka.

Tentukan tujuan investasi dan toleransi risiko
Tentukan tujuan investasi anda sebelum melakukan aktivitas investasi. Apakah anda menginginkan
pertumbuhan modal investasi untuk jangka panjang, atau anda menginginkan keuntungan investasi
untuk jangka pendek, atau anda ingin memperolah penghasilan investasi secara regular? Menentukan
tujuan investasi ini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, karena bisa membantu calon
investor untuk melakukan seleksi terhadap produk Reksa Dana yang tersedia. Satu hal penting yang
perlu kami sampaikan adalah, sebaiknya dana yang digunakan untuk melakukan investasi merupakan
dana yang tidak terpakai (dana menganggur), sehingga diharapkan tidak akan mengganggu kebutuhan
keuangan / pengeluaran rutin calon Investor.

Hal berikutnya adalah menentukan tingkat toleransi calon Investor terhadap risiko investasi. Apakah
anda termasuk orang yang dapat menerima naik/turunnya nilai investasi (volatilitas investasi) sepanjang
periode investasi anda, atau apakah anda termasuk orang yang konservatif (menginginkan hasil investasi
secara moderat). Kombinasi dari menentukan tujuan investasi dan toleransi terhadap risiko sangat
penting untuk dilakukan, sehingga apa yang anda harapkan dari berinvestasi di produk Reksa Dana
dapat tercapai.

Calon Investor juga perlu untuk menentukan time horizon, yaitu menentukan berapa lama anda akan
menginvestasikan uang anda. Apakah anda siap untuk menginvestasikan dana anda untuk jangka waktu
panjang (lebih dari 5 tahun) atau anda hanya siap untuk melakukan investasi dalam jangka waktu
pendek saja? Semuanya akan ditentukan oleh calon Investor sendiri. Perlu kami ingatkan bahwa produk
Reksa Dana memiliki beberapa jenis biaya yang harus dibayarkan oleh Investornya; biayabiaya ini akan
mengurangi hasil investasi yang akan diperoleh Investor, terutama jika anda hanya memiliki orientasi
investasi untuk jangka waktu yang singkat.

Jenis produk Reksa Dana
Jika calon Investor adalah orang yang menginginkan pertumbuhan investasi untuk jangka waktu panjang
dan bersedia menerima volatilitas investasi selama periode investasi, maka akan lebih tepat jika calon
Investor memilih Reksa Dana Saham, yaitu jenis Reksa Dana yang menitikberatkan investasinya pada
instrumen investasi saham yang tercatat di bursa saham Indonesia. Namun jika calon Investor adalah
orang yang cukup konservatif terhadap risiko serta menginginkan penghasilan secara regular (jika
disediakan oleh Reksa Dana), maka pilihlah Reksa Dana Pendapatan Tetap, yaitu Reksa Dana yang
melakukan investasi pada instrumen investasi obligasi. Seandainya calon Investor menginginkan
investasi untuk jangka waktu panjang namun tidak menginginkan atau tidak dapat menerima adanya
risiko investasi yang terlalu besar, maka calon Investor tersebut dapat mempertimbangkan untuk
memilih Reksa Dana Campuran, yaitu Reksa Dana yang melakukan investasi pada instrumen investasi
saham, obligasi dan pasar uang. Jika calon Investor menginginkan hasil investasi moderat dan ingin
berinvestasi untuk jangka waktu pendekmedium, anda dapat memilih Reksa Dana Terproteksi, yang
menitikberatkan investasinya pada instrumen obligasi dengan tenor produk antara 1 sampai dengan 3
tahun.

Biaya Reksa Dana
Pengelola Produk Reksa Dana (Manajer Investasi) memperoleh penghasilan dari beberapa jenis biaya
(fee), seperti subscription fee (biaya pembelian) dan redemption fee (biaya penjualan kembali).
Subscription fee merupakan biaya yang harus dibayarkan calon Investor pada saat melakukan pembelian Reksa Dana, dan akan dipotong langsung dari total nilai investasi Investor. Sedangkan redemption fee merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh Investor pada saat melakukan penjualan kembali investasinya. Besarnya fee tersebut bervariasi, antara 0% sampai dengan 2%, tergantung pada jenis Reksa Dananya; dan khusus untuk redemption fee, biasanya juga tergantung kepada jangka waktu
investasi Investor. Pengadaan fee tersebut terutama dimaksudkan supaya Investor melakukan investasi
untuk jangka waktu yang panjang.

Selain itu, produk Reksa Dana juga menetapkan adanya Management Fee, yaitu fee yang akan diterima oleh Manajer Investasi terhadap jasa pengelolaan Reksa Dana. Besarnya fee ini bervariasi tergantung kepada jenis Reksa Dana, dan biasanya berkisar antara 0.5% 3%.

Performa Historis Reksa Dana
Calon Investor perlu mencari informasi mengenai performa historis Reksa Dana yang diincarnya.
Beberapa pertimbangan yang dapat dilakukan adalah “apakah performa Reksa Dana tersebut
konsisten/sejalan dengan performa pasar modal secara keseluruhan?” dan “bagaimana tingkat
volatilitas Reksa Dana tersebut?” Informasi tersebut penting untuk diketahui oleh calon Investor karena
mencerminkan performa Manajer Investasi sebagai pengelola Reksa Dana. Penting untuk diingat bahwa
performa historis Reksa Dana bukan merupakan jaminan atau gambaran mengenai performa Reksa
Dana tersebut dimasa yang akan datang.

Hal tersebut di atas bisa dilakukan terhadap Reksa Dana yang sudah tersedia di pasar selama beberapa
periode (tahun) tertentu; namun hal tersebut sulit dilakukan untuk Reksa Dana yang baru saja
ditawarkan di pasar. Jika calon Investor mempertimbangkan untuk melakukan investasi pada Reksa
Dana yang baru diluncurkan, maka sebaiknya calon Investor mencari informasi mengenai perusahaan
Manajer Investasi tersebut, bagaimana track record perusahaan tersebut selama ini, serta pelajari track record dari orang (individu) yang ada di dalam organisasi tersebut. Informasiinformasi tersebut dapat diperoleh dari prospektus Reksa Dana yang ditawarkan, serta dapat juga diperoleh melalui website perusahaan Manajer Investasi tersebut.

Kesimpulan
Memilih Reksa Dana yang tepat untuk anda kelihatannya merupakan proses yang rumit; namun dengan
mengetahui dan mendefinisikan tujuan investasi serta toleransi risiko anda, maka dapat dikatakan
bahwa anda sudah meningkatkan tingkat keberhasilan anda dalam melakukan investasi di produk Reksa
Dana.

Jenis-Jenis Reksa Dana
Secara umum, Reksa Dana Terbagi 3, yaitu Reksa Dana Terbuka, Reksa Dana Indeks, dan Reksa Dana Terproteksi.
Reksa Dana Terbuka
Reksa Dana Terbuka adalah reksa dana yang dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu setiap hari bursa. Reksa Dana Terbuka dibagi menjadi beberapa jenis tergantung dari isi portofolionya, yaitu:

1. Reksa Dana Pasar Uang
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah reksa dana yang minimum 80% asetnya harus diinvestasikan pada instrumen pasar uang. Imbal hasil dan risiko pada RDPU paling rendah dibandingkan reksa dana lainnya. RDPU ditujukan bagi Anda yang sangat konservatif, yaitu Anda yang menginginkan pendapatan yang teratur dengan tingkat risiko kerugian rendah, dan memiliki jangka waktu investasi kurang dari 1 tahun. Tidak seperti reksa dana lainnya, NAB per unit pada RDPU selalu di harga Rp. 1000, sementara unit penyertaan Anda akan terus berubah setiap harinya.
2. Reksa Dana Obligasi
Reksa Dana Obligasi (RDO) adalah reksa dana yang  minimum 80% asetnya harus diinvestasikan pada obligasi baik korporasi maupun pemerintah. Imbal hasil dan resiko pada RDO relatif lebih tinggi dibandingkan RDPU. RDO ditujukan bagi Anda yang konservatif, yaitu Anda yang menginginkan adanya sedikit pertumbuhan nilai pokok investasi dan telah sanggup menerima adanya penurunan nilai investasi sesaat, dan memiliki jangka waktu investasi antara 1 sampai 3 tahun.

3. Reksa Dana Campuran
Reksa Dana Campuran (RDC) adalah reksa dana yang memiliki kebebasan untuk mengatur komposisi asetnya, baik saham, obligasi, maupun instrumen pasar uang. Imbal hasil dan resiko pada RDC relatif lebih tinggi dibandingkan RDO. RDC ditujukan bagi Anda yang bersifat moderat, yaitu Anda yang menginginkan pertumbuhan investasi yang cukup tinggi dan sanggup menoleransi adanya fluktuasi atas nilai investasi, dan memiliki jangka waktu investasi antara 3 sampai 5 tahun.

4. Reksa Dana Saham
Reksa Dana Saham (RDS) adalah reksa dana yang minimum 80% asetnya harus diinvestasikan pada saham. Investasi di RDS merupakan investasi yang paling berisiko, akan tetapi mempunyai potensi pertumbuhan nilai investasi yang relatif paling tinggi dibandingkan semua jenis reksa dana. RDS ditujukan bagi Anda yang bersifat agresif, yaitu Anda yang menginginkan pertumbuhan investasi yang tinggi dalam jangka panjang dan sanggup menoleransi fluktuasi nilai investasi yang cukup tajam, dan memiliki jangka waktu investasi lebih dari 5 tahun.
Reksa Dana Indeks
Reksa Dana Indeks (RDI) adalah reksa dana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun indeks saham. RDI mirip seperti Reksa Dana Terbuka, yaitu dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu setiap hari bursa. Pada RDI, minimum 80% asetnya harus diinvestasikan sesuai dengan aset-aset pada indeks acuannya, yang disebut dengan pengelolaan pasif. RDI ditujukan bagi Anda yang menginginkan transparansi atas investasinya dan percaya bahwa pengelolaan secara pasif akan memberikan hasil investasi yang lebih maksimal.
Reksa Dana Terproteksi
Reksa Dana Terproteksi (RDT) adalah reksa dana yang akan memproteksi 100% pokok investasi nasabah pada saat jatuh tempo. Reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi yang telah ditentukan sebelumnya oleh manajer investasi, namun dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa jaminan adanya proteksi akan pokok investasi. Berbeda dengan Reksa Dana Terbuka dan Reksa Dana Indeks, Reksa Dana Terproteksi memiliki masa penawaran sehingga Anda hanya dapat membeli Reksa Dana ini pada saat tertentu saja. RDT ditujukan bagi Anda yang bersifat konservatif yang menginginkan imbal hasil yang lebih terukur dalam jangka waktu investasi tertentu.


Narasumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar