PRINSIP KOPERASI
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah
• Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
• Pengelolaan yang demokratis,
• Partisipasi anggota dalam ekonomi,
• Kebebasan dan otonomi,
• Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.
Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
• Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
• Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
• Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
• Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
• Kemandirian
• Pendidikan perkoperasian
• Kerjasama antar koperasi
Prinsip Koperasi Indonesia
Dalam Bab III, bagian Kedua, Pasal (5) UU No 25 tahun 1992 diuraikan bahwa :
1) Koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut :
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis;
c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota;
d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal;
e. Kemandirian
2) Dalam mengembangkan koperasi, maka Koperasi melaksanakan pula prinsip koperasi sebagai berikut :
a. Pendidikan Perkoperasian
b. Kerja sama antar koperasi
Dalam Penjelasan dari Pasal (5) UU No. 25 Tahun 1992 tersebut, diuraikan bahwa prinsip koperasi adalah merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berkoperasi. Dengan melaksanakan keseluruhan prinsip tersebut, koperasi mewujudkan dirinya sebagai badan usaha sekaligus sebagai gerakkan ekonomi rakyat yang berwatak sosial.
Prinsip koperasi ini merupakan esensi dari dasar kerja koperasi sebagai badan usaha dan merupakan ciri khas serta jati diri koperasi. Dengan adanya prinsip tersebut, koperasi dapat dibedakan dari badan usaha lainnya, karena adanya:
a. Sifat kesuka relaan dalam keanggotaan koperasi.
Sifat ini mengandung arti bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh siapapun.
b. Adanya prinsip demokrasi.
Prinsip ini menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakuakn atas kehendak keputusan para anggotanya. Kalau dikaji secara mendalam, prinsip atau asa koperasi tersebut merupakan penerimaan dari rumusan prinsip-prinsip seperti dirumuskan oleh international cooperative alliance (I.C.A) ata aliansi koperasi internasional.
Prinsip koperasi ini merupakan esensi dari dasar kerja koperasi sebagai bahan usaha dan merupakan ciri khas serta jati diri koperasi. Dengan adanya prinsip tersebut, koperasi dapat dibedakan dari badan usaha lainnya, karena adanya :
Sifat kesukarelaan dalam keanggotaan koperasi.
Sifat ini mengandung arti bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan siapapun, sifat kesuka relaan ini juga mengandung arti bahwa seorang anggota dapat mengundurkan diri dari koperasi sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Koperasi.
Adanya prinsip demikrasi.
Prinsip ini menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggotanya.
Pembagian sisa hasil usaha berdasar atas prinsip keadilan dan asas kekeluargaan.
Sisa hasil usaha koperasi tidak dibagi semata-mata atas dasar modal yang dimiliki anggota dalam koperasi, tetapi juga atas dasar perimbangan jasa usaha mereka terhadap koperasi.
Koperasi bukan merupakan akumulasi modal.
Meskipun koperasi bukan merupakan suatu akumulasi modal, tetapi koperasi memerlukan modal pula untuk menjalankan kegiata usahanya.
Prinsip Kemandirian dari koperasi.
Ini mengandung arti bahwa koperasi harus dapat berdiri sendiri, tanpa bergantung kepada pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan kepada pertimbangan, keputusan, kemampuan dan usaha sendiri.
Selain lima prinsip tersebut, dalam pengembangan dirinya koperasi juga melaksanakan prinsip-prinsip pendidikan perkoperasian dan bekerja sama dengan antar koperasi.
NARASUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
http://ilmucomputer2.blogspot.com/2009/08/prinsip-koperasi-indonesia.html
Rabu, 07 Desember 2011
SEJARAH KOPERASI
SEJARAH KOPERASI
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Latar Belakang
Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral.Di barat koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami dijaman penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi. Koperasi yang didirikan pertama kali yaitu koperasi perkreditan yang bertujuan untuk membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Dengan adanya koperasi diharapkan akan dapat meringankan beban rakyat terhadap hutang yang lebih menyengsarakan rakyat akibat bunga yang terlalu tinggi. Namun dalam pelaksanaannya selalu saja mengalami hambatan, sehingga koperasi tidak dapat berkembang.
Keadaan Perekonomian Indonesia Pada Masa Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal mulai dilaksanakan di Hindia Belanda (nama Indonesia ketika masih dijajah Belanda) setelah pemerintah kolonial Belanda menghentikan pelaksanaan “Cultuur Stelseel (sistem tanam paksa). Sejak saat ini para penanam modal/usahawan Belanda berlomba menginvestasikan dananya ke Hindia Belanda. Bangsa Belanda melakukan praktik penindasan,pemerasan dan pemerkosaan hak tanpa prikemanusiaan makin berlangsung ganas, sehingga kemudian kehidupan sebagian besar rakyat di bawah bataskelayakan hidup.Dalam keadaan hidup demikian, pihak kolonial terus-menerus mengintimidasi penduduk pribumi sehingga kondisi sebagian besar rakyat sangat memprihatinkan. Di samping itu para rentenir, pengijon dan lintah darat turut pula memperkeruh suasana. Mereka berlomba mencari keuntungan yangbesar dan para petani yang sedang menghadapi kesulitan hidup, sehingga tidak jarang mereka mengembalikan hutang-hutangnya yang membengkakakibat sistem bunga berbunga yang diterapkan pengijon.
Timbulnya Cita-cita Pembentukan koperasi Di Indonesia
Penindasan yang terus menerus terhadap rakyat Indonesia berlangsungcukup lama menjadikan kondisi umum rakyat parah. Namun demikian masih beruntung semangat bergotong-royong masih tetap tumbuh dan bahkan berkembang makin pesat. Di samping itu kesadaran beragama juga semakin tinggi. Pada saat itulah mulai tumbuh keinginan untuk melepaskan dari keadaan yang selama ini mengungkung mereka. Pemerintah Hindia Belanda tak segan-segan menyiksa mereka baik fisik maupun mental. Sementara itu para pengijondan lintah darat memanfatkan kesempatan dan keadaan mereka sehinggamakin banyak yang terjepit hutang yang mencekik leher. Dari keadaan itulahtimbul keinginan untuk membebaskan kesengsaraan rakyat dengan membentuk koperasi.
Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja diPurwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh BoediOetomo dan SDI.Adanya Politik Etis Belanda membuktikan adanya beberapa orang Belanda yang turut memikirkan nasib penderitaan/kesengsaraan rakyat Indonesiaseperti halnya berkaitan dengan koperasi tanah air kita yaitu E. Sieburgh dan De Wolf van Westerrede. Kedua nama tersebut banyak kaitannya denganperintisan koperasi yang pertama-tama di tanah air kita, yaitu di Purwokerto.
Terwujudnya Pendirian Koperasi
Sementara itu pergerakan nasional untuk mengusir penjajah tumbuh dimana-mana. Kaum pergerakan pun dalam memperjuangkan mereka memanfaatkan sektor perkoperasian ini. Titik awal perkembangan perkoperasian di bumi Nusantara ini bertepatan dengan berdirinya perkumpulan “Budi Utomo” pada tahun 1908
Pergerakan kebangsaan yang dipimpin oleh Sutomo dan Gunawan Mangun kusumo inilah yang menjadi pelopor dalam industri kecil dan kerajinan melalui keputusan Kongres Budi Oetomo di Yogyakarta kala itu ditetapkan,bahwa:
• Memperbaiki dan meningkatkan kecerdasan rakyat melalui bidang pendidikan.
• Memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui koperasi
Sebagai wujud pelaksanaan keputusan kongres tersebut, maka dibentulkan dan koperasi konsumsi dengan nama “Toko Adil”. Sejak saat inilaharus gerakan koperasi internasional mulai masuk mempengaruhi gerakankoperasi Indonesia, yaitu terutama melalui penggunaan sendi-sendi dasar atauprinsip-prinsip Rochdale itu.Sendi-sendi dasar demokrasi serta dimensi kesamaan hak mulai dikenal dan diterapkan. Dan pada tahun 1912, sendi dasar ini juga yang dipakai oleh organisasi Serikat Islam.
Campur Tangan Belanda Dalam Perkembangan Koperasi Indonesia
Pemerintah Hindia Belanda bersikap tak acuh dan apatis terhadap gejala yang tumbuh di dalam kehidupan beroganisasi di kalangan penduduk pribumisaat itu. Baru pada tahun 1915 disadari bahaya laten dan sendi-sendi dasar demokrasi yang dianut pergerakan-pergerakan rakyat itu. Pemerintah colonial lalu mengeluarkan peraturan yang pertama kali mengatur cara kerja koperasi,yang sifatnya lebih membatasi ruang gerak perkoperasian. Karena Belandak hawatir koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, mengeluarkan UUno. 431 tahun 19 yang isinya yaitu :
- Harus membayar minimal 50 gulden untuk mendirikan koperasi
- Sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa
- Harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jendral
- Proposal pengajuan harus berbahasa Belanda
Hal ini menyebabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan karena tidak mendapatkan izin Koperasi dari Belanda. Namun setelah para tokoh Indonesiamengajukan protes, Belanda akhirnya mengeluarkan UU no. 91 pada tahun1927, yang isinya lebih ringan dari UU no. 431 seperti :
- Hanya membayar 3 gulden untuk materai
- Bisa menggunakan bahasa daerah
- Hukum dagang sesuai daerah masing-masing
- Perizinan bisa di daerah setempat
Koperasi menjamur kembali hingga pada tahun 1933 keluar UU yang miripUU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.Adanya peraturan yang baru ini membuat pergerakan perkoperasian nasionalmengalami kesulitan untuk berkembang. Kesulitan pelaksanaan koperasi tidak saja dialami oleh Budi Oetomo, melainkan juga dialami oleh pergerakan-pergerakan lainnya, seperti Serikat Dagang Islam (SDI) yang dilahirkan padatahun 1911 silam dipimpin oleh H. Samanhudi.
Koperasi Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang
Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Pada masa Jepang berkuasadi Indonesia koperasi tidak mengalami perkembangan tetapi justru mengalamikehancuran. Jepang lalu mendirikan ”Kumiai”, yaitu koperasi model Jepang.Tugas Kumiai mula-mula menyalurkan barang-barang kebutuhan rakyat yang pada waktu itu sudah mulai sulit kehidupannya. Politik tersebut sangat
menarik perhatian rakyat sehingga dengan serentak di Indonesia dapatdidirikan Kumiai sampai ke desa-desa. Awalnya koperasi ini berjalan mulus.Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat. Jelaslah bahwa Kumiai sangat merugikan perekonomian rakyat, sehinggakepercayaan rakyat terhadap koperasi hilang. Hal ini merupakan kerugianmoral untuk pertumbuhan koperasi selanjutnya.
NARASUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
G. Karta Sapoetra ; Ir. A.G. ; Drs. Bambang S. ; Drs. A. Setiady.,1984. Koperasi Indonesia Yang berlandaskan Pancasila
, Bandung,Rineka Cipta.
Drs. Sudarsono, S.H.,M.Si ; Edilius, S.E., 1992. Koperasi Dalam Teori dan Praktek,
Jakarta, PT. Rineka Cipta
Drs. Arifinal Chaniago, 1984. Perkoperasian Indonesia.
Bandung, Angkasa.
http://www.scribd.com/doc/16345527/Sejarah-Koperasi-Indonesia
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Latar Belakang
Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral.Di barat koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami dijaman penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi. Koperasi yang didirikan pertama kali yaitu koperasi perkreditan yang bertujuan untuk membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Dengan adanya koperasi diharapkan akan dapat meringankan beban rakyat terhadap hutang yang lebih menyengsarakan rakyat akibat bunga yang terlalu tinggi. Namun dalam pelaksanaannya selalu saja mengalami hambatan, sehingga koperasi tidak dapat berkembang.
Keadaan Perekonomian Indonesia Pada Masa Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal mulai dilaksanakan di Hindia Belanda (nama Indonesia ketika masih dijajah Belanda) setelah pemerintah kolonial Belanda menghentikan pelaksanaan “Cultuur Stelseel (sistem tanam paksa). Sejak saat ini para penanam modal/usahawan Belanda berlomba menginvestasikan dananya ke Hindia Belanda. Bangsa Belanda melakukan praktik penindasan,pemerasan dan pemerkosaan hak tanpa prikemanusiaan makin berlangsung ganas, sehingga kemudian kehidupan sebagian besar rakyat di bawah bataskelayakan hidup.Dalam keadaan hidup demikian, pihak kolonial terus-menerus mengintimidasi penduduk pribumi sehingga kondisi sebagian besar rakyat sangat memprihatinkan. Di samping itu para rentenir, pengijon dan lintah darat turut pula memperkeruh suasana. Mereka berlomba mencari keuntungan yangbesar dan para petani yang sedang menghadapi kesulitan hidup, sehingga tidak jarang mereka mengembalikan hutang-hutangnya yang membengkakakibat sistem bunga berbunga yang diterapkan pengijon.
Timbulnya Cita-cita Pembentukan koperasi Di Indonesia
Penindasan yang terus menerus terhadap rakyat Indonesia berlangsungcukup lama menjadikan kondisi umum rakyat parah. Namun demikian masih beruntung semangat bergotong-royong masih tetap tumbuh dan bahkan berkembang makin pesat. Di samping itu kesadaran beragama juga semakin tinggi. Pada saat itulah mulai tumbuh keinginan untuk melepaskan dari keadaan yang selama ini mengungkung mereka. Pemerintah Hindia Belanda tak segan-segan menyiksa mereka baik fisik maupun mental. Sementara itu para pengijondan lintah darat memanfatkan kesempatan dan keadaan mereka sehinggamakin banyak yang terjepit hutang yang mencekik leher. Dari keadaan itulahtimbul keinginan untuk membebaskan kesengsaraan rakyat dengan membentuk koperasi.
Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja diPurwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh BoediOetomo dan SDI.Adanya Politik Etis Belanda membuktikan adanya beberapa orang Belanda yang turut memikirkan nasib penderitaan/kesengsaraan rakyat Indonesiaseperti halnya berkaitan dengan koperasi tanah air kita yaitu E. Sieburgh dan De Wolf van Westerrede. Kedua nama tersebut banyak kaitannya denganperintisan koperasi yang pertama-tama di tanah air kita, yaitu di Purwokerto.
Terwujudnya Pendirian Koperasi
Sementara itu pergerakan nasional untuk mengusir penjajah tumbuh dimana-mana. Kaum pergerakan pun dalam memperjuangkan mereka memanfaatkan sektor perkoperasian ini. Titik awal perkembangan perkoperasian di bumi Nusantara ini bertepatan dengan berdirinya perkumpulan “Budi Utomo” pada tahun 1908
Pergerakan kebangsaan yang dipimpin oleh Sutomo dan Gunawan Mangun kusumo inilah yang menjadi pelopor dalam industri kecil dan kerajinan melalui keputusan Kongres Budi Oetomo di Yogyakarta kala itu ditetapkan,bahwa:
• Memperbaiki dan meningkatkan kecerdasan rakyat melalui bidang pendidikan.
• Memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui koperasi
Sebagai wujud pelaksanaan keputusan kongres tersebut, maka dibentulkan dan koperasi konsumsi dengan nama “Toko Adil”. Sejak saat inilaharus gerakan koperasi internasional mulai masuk mempengaruhi gerakankoperasi Indonesia, yaitu terutama melalui penggunaan sendi-sendi dasar atauprinsip-prinsip Rochdale itu.Sendi-sendi dasar demokrasi serta dimensi kesamaan hak mulai dikenal dan diterapkan. Dan pada tahun 1912, sendi dasar ini juga yang dipakai oleh organisasi Serikat Islam.
Campur Tangan Belanda Dalam Perkembangan Koperasi Indonesia
Pemerintah Hindia Belanda bersikap tak acuh dan apatis terhadap gejala yang tumbuh di dalam kehidupan beroganisasi di kalangan penduduk pribumisaat itu. Baru pada tahun 1915 disadari bahaya laten dan sendi-sendi dasar demokrasi yang dianut pergerakan-pergerakan rakyat itu. Pemerintah colonial lalu mengeluarkan peraturan yang pertama kali mengatur cara kerja koperasi,yang sifatnya lebih membatasi ruang gerak perkoperasian. Karena Belandak hawatir koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, mengeluarkan UUno. 431 tahun 19 yang isinya yaitu :
- Harus membayar minimal 50 gulden untuk mendirikan koperasi
- Sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa
- Harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jendral
- Proposal pengajuan harus berbahasa Belanda
Hal ini menyebabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan karena tidak mendapatkan izin Koperasi dari Belanda. Namun setelah para tokoh Indonesiamengajukan protes, Belanda akhirnya mengeluarkan UU no. 91 pada tahun1927, yang isinya lebih ringan dari UU no. 431 seperti :
- Hanya membayar 3 gulden untuk materai
- Bisa menggunakan bahasa daerah
- Hukum dagang sesuai daerah masing-masing
- Perizinan bisa di daerah setempat
Koperasi menjamur kembali hingga pada tahun 1933 keluar UU yang miripUU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.Adanya peraturan yang baru ini membuat pergerakan perkoperasian nasionalmengalami kesulitan untuk berkembang. Kesulitan pelaksanaan koperasi tidak saja dialami oleh Budi Oetomo, melainkan juga dialami oleh pergerakan-pergerakan lainnya, seperti Serikat Dagang Islam (SDI) yang dilahirkan padatahun 1911 silam dipimpin oleh H. Samanhudi.
Koperasi Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang
Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Pada masa Jepang berkuasadi Indonesia koperasi tidak mengalami perkembangan tetapi justru mengalamikehancuran. Jepang lalu mendirikan ”Kumiai”, yaitu koperasi model Jepang.Tugas Kumiai mula-mula menyalurkan barang-barang kebutuhan rakyat yang pada waktu itu sudah mulai sulit kehidupannya. Politik tersebut sangat
menarik perhatian rakyat sehingga dengan serentak di Indonesia dapatdidirikan Kumiai sampai ke desa-desa. Awalnya koperasi ini berjalan mulus.Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat. Jelaslah bahwa Kumiai sangat merugikan perekonomian rakyat, sehinggakepercayaan rakyat terhadap koperasi hilang. Hal ini merupakan kerugianmoral untuk pertumbuhan koperasi selanjutnya.
NARASUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
G. Karta Sapoetra ; Ir. A.G. ; Drs. Bambang S. ; Drs. A. Setiady.,1984. Koperasi Indonesia Yang berlandaskan Pancasila
, Bandung,Rineka Cipta.
Drs. Sudarsono, S.H.,M.Si ; Edilius, S.E., 1992. Koperasi Dalam Teori dan Praktek,
Jakarta, PT. Rineka Cipta
Drs. Arifinal Chaniago, 1984. Perkoperasian Indonesia.
Bandung, Angkasa.
http://www.scribd.com/doc/16345527/Sejarah-Koperasi-Indonesia
Rabu, 25 Mei 2011
Prospek Ekonomi Indonesia Tahun 2011
Prospek Ekonomi Indonesia Tahun 2011
Perekonomian Indonesia pada tahun 2010 cukup menggembirakan di karenakan saat sebagian besar negara di dunia mengalami pertumbuhan negatif, Indonesia justru malah mengalami pertumbuhan perekonomian dengan laju sekitar 6%, yaitu pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat mencapai 5,5-6% dan meningkat pada tahun 2011 menjadi 6,0-6,5%. Sehingga dengan demikian maka prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya.
Di laporkan oleh World Economic Forum bahwa peringkat daya saing Indonesia untuk 2010-2011 naik 10 tingkat di angka 44 dari peringkat sebelumnya yang berada di level 54. Kenaikan tersebut terutama didorong kinerja makro ekonomi yang sangat baik sehingga kinerja ekspor tumbuh pesat.
Bukan hanya itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga disebabkan karena pemulihan global yang terlihat jelas dari berbagai indikator ekonomi baik di negara maju yakni Amerika Serikat & Jepang maupun di kawasan Asia yakni China & india yang menjadi mitra dagang Indonesia. Seperti di AS pemulihan terlihat pada pengeluaran konsumsi masyarakat yang terus menguat di sertai dengan peningkatan respon di sisi produksi. Sementara di Jepang, ditandai oleh pertumbuhan positif pada triwulan terakhir 2009. Di Cina & India pemulihan tercermin pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sehingga berbagai perbaikan tersebut di atas memberikan dampak positif bagi negara-negara yang menjadi mitra dagangnya, termasuk Indonesia.
Dampak positif yang ditimbulkan pemulihan ekonomi global terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia, tidak hanya terjadi pada peningkatangkatan ekpor komoditas pertanian & pertambangan tetapi juga pada ekspor komoditas manufaktur mulai mengalami peningkatan. Perkembangan tersebut mendukung pertumbuhan di sektor industri & sektor perdagangan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Akibat peningkatan ekspor terebut, aktivitas impor juga mulai mengalami peningkatan, meski pada tingkat yang masih rendah.
Selain membaiknya kinerja ekspor, perbaikan lainnya juga ditunjukkan oleh kegiatan konsumsi swasta. Hal ini dikonfirmasi oleh peningkatan berbagai indikator konsumsi, seperti impor barang konsumsi, penjualan motor & mobil erta penjualan ritel. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi rumah tangga diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan pendapatan yang lebih tinggi karena income effect dari perbaikan ekspor & terjaganya tingkat keyakinan konsumen.
Sehingga semua hal tersebut di atas menimbulkan keyakinan pada investor asing terhadap Prospek Ekonomi Indonesia yang semakin membaik tercermin pada surplus transaksi modal & financial yang masih cukup tinggi.
Otonomi Daerah Di Indonesia
Terdapat dua nilai dasar yang dikembangkan dalam UUD 1945 berkenaan dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia, yaitu:
1. Nilai Unitaris, yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintahan lain di dalamnya yang bersifat negara ("Eenheidstaat"), yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia tidak akan terbagi di antara kesatuan-kesatuan pemerintahan; dan
2. Nilai dasar Desentralisasi Teritorial, dari isi dan jiwa pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 beserta penjelasannya sebagaimana tersebut di atas maka jelaslah bahwa Pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.
Dikaitkan dengan dua nilai dasar tersebut di atas, penyelenggaraan desentralisasi di Indonesia berpusat pada pembentukan daerah-daerah otonom dan penyerahan/pelimpahan sebagian kekuasaan dan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sebagian sebagian kekuasaan dan kewenangan tersebut. Adapun titik berat pelaksanaan otonomi daerah adalah pada Daerah Tingkat II (Dati II) dengan beberapa dasar pertimbangan
1. Dimensi Politik, Dati II dipandang kurang mempunyai fanatisme kedaerahan sehingga risiko gerakan separatisme dan peluang berkembangnya aspirasi federalis relatif minim;
2. Dimensi Administratif penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat relatif dapat lebih efektif;
3. Dati II adalah daerah "ujung tombak" pelaksanaan pembangunan sehingga Dati II-lah yang lebih tahu kebutuhan dan potensi rakyat di daerahnya.
Atas dasar itulah, prinsip otonomi yang dianut adalah:
1. Nyata, otonomi secara nyata diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi obyektif di daerah;
2. Bertanggung jawab, pemberian otonomi diselaraskan/diupayakan untuk memperlancar pembangunan di seluruh pelosok tanah air; dan
3. Dinamis, pelaksanaan otonomi selalu menjadi sarana dan dorongan untuk lebih baik dan maju
Peran UKM Dalam Perekonomian Indonesia
Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia
. Karena dengan UKM ini, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang.
Sektor UKM telah dipromosikan dan dijadikan sebagai agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia. Sektor UKM telah terbukti tangguh, ketika terjadi Krisis Ekonomi 1998, hanya sektor UKM yang bertahan dari kolapsnya ekonomi, sementara sektor yang lebih besar justru tumbang oleh krisis. Mudradjad Kuncoro dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2008 mengemukakan bahwa UKM terbukti tahan terhadap krisis dan mampu survive karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri. Kedua, tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable. Ketiga, menggunakan input lokal. Keempat, berorientasi ekspor. Selama 1997-2006, jumlah perusahaan berskala UKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia
. Sumbangan UKM terhadap produk domestik bruto mencapai 54%-57%. Sumbangan UKM terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 96%. Sebanyak 91% UKM melakukan kegiatan ekspor melalui pihak ketiga eksportir/pedagang perantara. Hanya 8,8% yang berhubungan langsung dengan pembeli/importir di luar negeri.1
kualitas jasa juga dapat dimaksimalkan dengan adanya penguasaan teknologi. Penguasaan teknologi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan, sehingga organisasi dapat lebih terkontrol dengan mudah. Oleh sebab itu, organisasi harus selalu mengikuti dinamika perubahan teknologi yang terjadi.
Sumber :
http://www.newsbanking.com/2010/09/prospek-ekonomi-indonesia-2010-2011.html
http://berita.liputan6.com/ekbis/201012/312293/Prospek.Ekonomi.Indonesia.2011.Menjanjikan
http://fathiawal.blogspot.com/2011/05/prospek-ekonomi-indonesia-tahun-2011.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Otonomi_daerah_di_Indonesia
http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2034751-peran-ukm-dalam-perekonomian-indonesia/#ixzz3Hh4mFQDL
Time 15:26 WIB
Perekonomian Indonesia pada tahun 2010 cukup menggembirakan di karenakan saat sebagian besar negara di dunia mengalami pertumbuhan negatif, Indonesia justru malah mengalami pertumbuhan perekonomian dengan laju sekitar 6%, yaitu pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat mencapai 5,5-6% dan meningkat pada tahun 2011 menjadi 6,0-6,5%. Sehingga dengan demikian maka prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya.
Di laporkan oleh World Economic Forum bahwa peringkat daya saing Indonesia untuk 2010-2011 naik 10 tingkat di angka 44 dari peringkat sebelumnya yang berada di level 54. Kenaikan tersebut terutama didorong kinerja makro ekonomi yang sangat baik sehingga kinerja ekspor tumbuh pesat.
Bukan hanya itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga disebabkan karena pemulihan global yang terlihat jelas dari berbagai indikator ekonomi baik di negara maju yakni Amerika Serikat & Jepang maupun di kawasan Asia yakni China & india yang menjadi mitra dagang Indonesia. Seperti di AS pemulihan terlihat pada pengeluaran konsumsi masyarakat yang terus menguat di sertai dengan peningkatan respon di sisi produksi. Sementara di Jepang, ditandai oleh pertumbuhan positif pada triwulan terakhir 2009. Di Cina & India pemulihan tercermin pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sehingga berbagai perbaikan tersebut di atas memberikan dampak positif bagi negara-negara yang menjadi mitra dagangnya, termasuk Indonesia.
Dampak positif yang ditimbulkan pemulihan ekonomi global terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia, tidak hanya terjadi pada peningkatangkatan ekpor komoditas pertanian & pertambangan tetapi juga pada ekspor komoditas manufaktur mulai mengalami peningkatan. Perkembangan tersebut mendukung pertumbuhan di sektor industri & sektor perdagangan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Akibat peningkatan ekspor terebut, aktivitas impor juga mulai mengalami peningkatan, meski pada tingkat yang masih rendah.
Selain membaiknya kinerja ekspor, perbaikan lainnya juga ditunjukkan oleh kegiatan konsumsi swasta. Hal ini dikonfirmasi oleh peningkatan berbagai indikator konsumsi, seperti impor barang konsumsi, penjualan motor & mobil erta penjualan ritel. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi rumah tangga diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan pendapatan yang lebih tinggi karena income effect dari perbaikan ekspor & terjaganya tingkat keyakinan konsumen.
Sehingga semua hal tersebut di atas menimbulkan keyakinan pada investor asing terhadap Prospek Ekonomi Indonesia yang semakin membaik tercermin pada surplus transaksi modal & financial yang masih cukup tinggi.
Otonomi Daerah Di Indonesia
Terdapat dua nilai dasar yang dikembangkan dalam UUD 1945 berkenaan dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia, yaitu:
1. Nilai Unitaris, yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintahan lain di dalamnya yang bersifat negara ("Eenheidstaat"), yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia tidak akan terbagi di antara kesatuan-kesatuan pemerintahan; dan
2. Nilai dasar Desentralisasi Teritorial, dari isi dan jiwa pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 beserta penjelasannya sebagaimana tersebut di atas maka jelaslah bahwa Pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.
Dikaitkan dengan dua nilai dasar tersebut di atas, penyelenggaraan desentralisasi di Indonesia berpusat pada pembentukan daerah-daerah otonom dan penyerahan/pelimpahan sebagian kekuasaan dan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sebagian sebagian kekuasaan dan kewenangan tersebut. Adapun titik berat pelaksanaan otonomi daerah adalah pada Daerah Tingkat II (Dati II) dengan beberapa dasar pertimbangan
1. Dimensi Politik, Dati II dipandang kurang mempunyai fanatisme kedaerahan sehingga risiko gerakan separatisme dan peluang berkembangnya aspirasi federalis relatif minim;
2. Dimensi Administratif penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat relatif dapat lebih efektif;
3. Dati II adalah daerah "ujung tombak" pelaksanaan pembangunan sehingga Dati II-lah yang lebih tahu kebutuhan dan potensi rakyat di daerahnya.
Atas dasar itulah, prinsip otonomi yang dianut adalah:
1. Nyata, otonomi secara nyata diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi obyektif di daerah;
2. Bertanggung jawab, pemberian otonomi diselaraskan/diupayakan untuk memperlancar pembangunan di seluruh pelosok tanah air; dan
3. Dinamis, pelaksanaan otonomi selalu menjadi sarana dan dorongan untuk lebih baik dan maju
Peran UKM Dalam Perekonomian Indonesia
Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia
. Karena dengan UKM ini, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang.
Sektor UKM telah dipromosikan dan dijadikan sebagai agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia. Sektor UKM telah terbukti tangguh, ketika terjadi Krisis Ekonomi 1998, hanya sektor UKM yang bertahan dari kolapsnya ekonomi, sementara sektor yang lebih besar justru tumbang oleh krisis. Mudradjad Kuncoro dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2008 mengemukakan bahwa UKM terbukti tahan terhadap krisis dan mampu survive karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri. Kedua, tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable. Ketiga, menggunakan input lokal. Keempat, berorientasi ekspor. Selama 1997-2006, jumlah perusahaan berskala UKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia
. Sumbangan UKM terhadap produk domestik bruto mencapai 54%-57%. Sumbangan UKM terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 96%. Sebanyak 91% UKM melakukan kegiatan ekspor melalui pihak ketiga eksportir/pedagang perantara. Hanya 8,8% yang berhubungan langsung dengan pembeli/importir di luar negeri.1
kualitas jasa juga dapat dimaksimalkan dengan adanya penguasaan teknologi. Penguasaan teknologi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan, sehingga organisasi dapat lebih terkontrol dengan mudah. Oleh sebab itu, organisasi harus selalu mengikuti dinamika perubahan teknologi yang terjadi.
Sumber :
http://www.newsbanking.com/2010/09/prospek-ekonomi-indonesia-2010-2011.html
http://berita.liputan6.com/ekbis/201012/312293/Prospek.Ekonomi.Indonesia.2011.Menjanjikan
http://fathiawal.blogspot.com/2011/05/prospek-ekonomi-indonesia-tahun-2011.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Otonomi_daerah_di_Indonesia
http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2034751-peran-ukm-dalam-perekonomian-indonesia/#ixzz3Hh4mFQDL
Time 15:26 WIB
Selasa, 10 Mei 2011
PENDAPATAN PERKAPITA DI INDONESIA TAHUN 2005-2010 PADA SEKTOR PERINDUSTRIAN
PENDAPATAN PERKAPITA DI INDONESIA TAHUN 2005-2010 PADA SEKTOR PERINDUSTRIAN
Nama : KHOIRUNNISA
NPM : 23210894
Kelas: 1EB06
TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA
Industri adalah bidang matapencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya dan politik.
Tingkat pendapatan suatu daerah dapat diukur antara lain dari pendapatan per kapita, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gambaraan kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2003 dapat dilihat Keadaan perekonomian Kabupaten Sambas yaitu:
1. PAD sebesar 16.350.041.018
2. Pendapatan per kapita sebesar 3.419.922
3. Pajak bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 8.560.013.046
4. Upah minimum regional (UMR) sebesar 400.000
Sedangkan Tingkat pendapatan Mata pencaharian Menurut sektor yaitu :
1. Pertanian berjumlah 207.350 orang
2. Industri Pengolahan berjumlah152.028 orang
3. Listrik, gas, dan air berjumlah 9.053 orang
4. Bangunan berjumlah 28.308 orang
5. Perdagangan berjumlah 34.695 orang
6. Perhubungan berjumlah 2.874 orang
7. Keuangan berjumlah 9.723 orang
8. Jasa kemasyarakatan lainnya berjumlah 34.678 orang.
Berdasarkan PDRB Kabupaten Sambas atas dasar harga konstan tahun 1993 secara riil diperoleh gambaran mengenai pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 2,90%. Dimana pada tahun 2001 tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas sebesar 674.565,23 juta dan pada tahun 2002 mengalami peningkatan menjadi 694.086,81 juta.
Pada tahun 2002, struktur perekonomian didominasi oleh sektor pertanian, dimana sektor ini memberikan sumbangan sebesar 44,18% terhadap keseluruhan perekonomian yang ditunjukkan pada PDRB harga berlaku pada tahun tersebut. Disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 27,24%, sektor industri sebesar 11,06% dan sektor lainnya 17,52%.
Pendapatan regional per kapita selama kurun waktu tahun 2001-2002 mengalami peningkatan Rp. 4.526.193,12 menjadi Rp. 4.930.257,85 atau meningkat sebesar 8,93%. Selanjutnya atas dasar harga konstan 1993, angka PDRB per kapita ini mengalami peningkatan sebesar 1,78%, yaitu dari Rp. 1.471.890,55 menjadi Rp. 1.498.088,37.
A. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Musi Rawas 2005 – 2010
Pada Tahun 2005 – 2010 pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Musi Rawas di harapkan tumbuh di atas 6 % pertahun. Target
pertumbuhan ekonomi ini berdasarkan skenario pertumbuhan yang
optimis yang dapat dicapai, mengingat pada beberapa hal yakni:
secara nasional maupun regional kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) akan mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat dan investasi
swasta. Pengaruh perkembangan ekonomi regional tersebut akan
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Rawas pada
tahun 2005 – 2010.
Pada tahun 2007 di harapkan perkembangan perekonomian
Kabupaten Musi Rawas secara berangsur akan bangkit menuju kearah
pemulihan untuk mencapai stabilitas. Sektor yang di harapkan menjadi
pendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Rawas pada tahun
2005 – 2010 adalah sektor yang berperan dalam pemenuhan konsumsi
masyarakat, sektor yang menyerap tenaga kerja yang besar dan sektor
yang memiliki nilai tambah lokal yang tinggi dan berorientasi ekspor.
Sektor yang memenuhi kriteria tersebut adalah sektor pertanian,
khususnya sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan dan
peternakan, sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan
restoran, pengangkutan dan komunikasi dan jasa-jasa. Sektor
pertanian di harapkan tumbuh sebesar 5.50%, industri pengolahan
5.20, Pengangkutan dan komunikasi 7,62%, perdagangan hotel dan restoran 5,09% dan jasa-jasa 5.11%.
Sedangkan perkembangan indikator tingkat pendapatan
perkapita Kabupaten Musi Rawas Tahun 2006 – 2010 diperkirakan
meningkat sebesar 3 – 4 persen pertahun. Perkembangan tingkat
inflasi di Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2006 – 2010 diperkirakan
akan dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM, sehingga diproyeksikan
tingkat inflasi berkisar antara 10 – 12 persen pertahun.
B. Proyeksi Investasi Kabupaten Musi Rawas 2006 – 2010
Perekonomian Kabupaten Musi Rawas dalam periode tahun
2006 – 2010 di harapkan menjadi lebih efisien. Peningkatan efisiensi
perekonomian ini diharapkan akan tercermin pada penurunan angka
Incremental Capital Out Put Ratio (ICOR) atau rasio antara
pertambahan modal dengan jumlah pertambahan produksi. Dalam
periode Tahun 2000 – 2004 angka ICOR Kabupaten Musi Rawas
sebesar 5,24, sedangkan angka per sektor adalah sebesar 11,06, hal
ini berarti untuk setiap penambahan satu unit kapasitas produksi di
Kabupaten Musi Rawas membutuhkan modal atau tambahan modal
sebesar 11,06, angka ini mengindikasikan mahalnya investasi yang dilakukan di Kabupaten Musi Rawas.
Oleh karenanya pada tahun 2006 – 2010 angka ICOR
Kabupaten Musi Rawas diharapkan menurun menjadi 4 – 5.
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas di harapkan dapat
menginvestasikan ke sektor-sektor yang memiliki efisiensi dana
investasi seperti sektor pertanian, pertambangan dan penggalian,
listrik, gas, dan air bersih dan jasa dunia usaha.
Berdasarkan perkiraan tingkat efisiensi investasi tersebut,
untuk mencapai sasaran pertumbuhan rata-rata 6 persen per tahun
dibutuhkan total investasi selama kumulatif lima tahun sebesar
Rp. 6.998,216 juta (+ Rp. 7 Trilyun) atau meningkat sebesar 12,53
persen per tahun. Sehubungan dengan keterbatasan investasi
pemerintah daerah Kabupaten Musi Rawas maka dalam pemenuhan
kebutuhan investasi tersebut diharapkan adanya peningkatan peran
investasi masyarakat di Kabupaten Musi Rawas. Selain dari investasi
masyarakat tersebut, investasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
dan Investasi Pemerintah Pusat juga diharapkan dapat menutupi
kesenjangan investasi tersebut.
Konsekuensi logis dari naiknya investasi dan meningkatnya
pertumbuhan ekonomi di atas adalah:
1. Tersedianya lapangan kerja, sehingga selama lima tahun ke depan
ditargetkan rata-rata pengangguran turun 10% pertahun;
2. Naiknya nilai tambah produk-produk daerah yang dapat dinikmati
daerah;
3. Meningkatnya perdagangan daerah dan berkembangnya agribisnis
serta didukung oleh agroindustri yang terpusat di kawasan
agropolitan
4. Meningkatnya daya beli masyarakat, yang diindikasikan
menurunnya tingkat kemiskinan rata-rata 10% pertahun.
NARASUMBER :
http://humas.sambas.go.id/?page_id=5024 (WIB 20:14)
http://musi-rawas.go.id/musirawas/images/stories/pdf/bab26.pdf (WIB 20:32)
Nama : KHOIRUNNISA
NPM : 23210894
Kelas: 1EB06
TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA
Industri adalah bidang matapencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya dan politik.
Tingkat pendapatan suatu daerah dapat diukur antara lain dari pendapatan per kapita, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gambaraan kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2003 dapat dilihat Keadaan perekonomian Kabupaten Sambas yaitu:
1. PAD sebesar 16.350.041.018
2. Pendapatan per kapita sebesar 3.419.922
3. Pajak bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 8.560.013.046
4. Upah minimum regional (UMR) sebesar 400.000
Sedangkan Tingkat pendapatan Mata pencaharian Menurut sektor yaitu :
1. Pertanian berjumlah 207.350 orang
2. Industri Pengolahan berjumlah152.028 orang
3. Listrik, gas, dan air berjumlah 9.053 orang
4. Bangunan berjumlah 28.308 orang
5. Perdagangan berjumlah 34.695 orang
6. Perhubungan berjumlah 2.874 orang
7. Keuangan berjumlah 9.723 orang
8. Jasa kemasyarakatan lainnya berjumlah 34.678 orang.
Berdasarkan PDRB Kabupaten Sambas atas dasar harga konstan tahun 1993 secara riil diperoleh gambaran mengenai pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 2,90%. Dimana pada tahun 2001 tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas sebesar 674.565,23 juta dan pada tahun 2002 mengalami peningkatan menjadi 694.086,81 juta.
Pada tahun 2002, struktur perekonomian didominasi oleh sektor pertanian, dimana sektor ini memberikan sumbangan sebesar 44,18% terhadap keseluruhan perekonomian yang ditunjukkan pada PDRB harga berlaku pada tahun tersebut. Disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 27,24%, sektor industri sebesar 11,06% dan sektor lainnya 17,52%.
Pendapatan regional per kapita selama kurun waktu tahun 2001-2002 mengalami peningkatan Rp. 4.526.193,12 menjadi Rp. 4.930.257,85 atau meningkat sebesar 8,93%. Selanjutnya atas dasar harga konstan 1993, angka PDRB per kapita ini mengalami peningkatan sebesar 1,78%, yaitu dari Rp. 1.471.890,55 menjadi Rp. 1.498.088,37.
A. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Musi Rawas 2005 – 2010
Pada Tahun 2005 – 2010 pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Musi Rawas di harapkan tumbuh di atas 6 % pertahun. Target
pertumbuhan ekonomi ini berdasarkan skenario pertumbuhan yang
optimis yang dapat dicapai, mengingat pada beberapa hal yakni:
secara nasional maupun regional kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) akan mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat dan investasi
swasta. Pengaruh perkembangan ekonomi regional tersebut akan
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Rawas pada
tahun 2005 – 2010.
Pada tahun 2007 di harapkan perkembangan perekonomian
Kabupaten Musi Rawas secara berangsur akan bangkit menuju kearah
pemulihan untuk mencapai stabilitas. Sektor yang di harapkan menjadi
pendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Rawas pada tahun
2005 – 2010 adalah sektor yang berperan dalam pemenuhan konsumsi
masyarakat, sektor yang menyerap tenaga kerja yang besar dan sektor
yang memiliki nilai tambah lokal yang tinggi dan berorientasi ekspor.
Sektor yang memenuhi kriteria tersebut adalah sektor pertanian,
khususnya sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan dan
peternakan, sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan
restoran, pengangkutan dan komunikasi dan jasa-jasa. Sektor
pertanian di harapkan tumbuh sebesar 5.50%, industri pengolahan
5.20, Pengangkutan dan komunikasi 7,62%, perdagangan hotel dan restoran 5,09% dan jasa-jasa 5.11%.
Sedangkan perkembangan indikator tingkat pendapatan
perkapita Kabupaten Musi Rawas Tahun 2006 – 2010 diperkirakan
meningkat sebesar 3 – 4 persen pertahun. Perkembangan tingkat
inflasi di Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2006 – 2010 diperkirakan
akan dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM, sehingga diproyeksikan
tingkat inflasi berkisar antara 10 – 12 persen pertahun.
B. Proyeksi Investasi Kabupaten Musi Rawas 2006 – 2010
Perekonomian Kabupaten Musi Rawas dalam periode tahun
2006 – 2010 di harapkan menjadi lebih efisien. Peningkatan efisiensi
perekonomian ini diharapkan akan tercermin pada penurunan angka
Incremental Capital Out Put Ratio (ICOR) atau rasio antara
pertambahan modal dengan jumlah pertambahan produksi. Dalam
periode Tahun 2000 – 2004 angka ICOR Kabupaten Musi Rawas
sebesar 5,24, sedangkan angka per sektor adalah sebesar 11,06, hal
ini berarti untuk setiap penambahan satu unit kapasitas produksi di
Kabupaten Musi Rawas membutuhkan modal atau tambahan modal
sebesar 11,06, angka ini mengindikasikan mahalnya investasi yang dilakukan di Kabupaten Musi Rawas.
Oleh karenanya pada tahun 2006 – 2010 angka ICOR
Kabupaten Musi Rawas diharapkan menurun menjadi 4 – 5.
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas di harapkan dapat
menginvestasikan ke sektor-sektor yang memiliki efisiensi dana
investasi seperti sektor pertanian, pertambangan dan penggalian,
listrik, gas, dan air bersih dan jasa dunia usaha.
Berdasarkan perkiraan tingkat efisiensi investasi tersebut,
untuk mencapai sasaran pertumbuhan rata-rata 6 persen per tahun
dibutuhkan total investasi selama kumulatif lima tahun sebesar
Rp. 6.998,216 juta (+ Rp. 7 Trilyun) atau meningkat sebesar 12,53
persen per tahun. Sehubungan dengan keterbatasan investasi
pemerintah daerah Kabupaten Musi Rawas maka dalam pemenuhan
kebutuhan investasi tersebut diharapkan adanya peningkatan peran
investasi masyarakat di Kabupaten Musi Rawas. Selain dari investasi
masyarakat tersebut, investasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
dan Investasi Pemerintah Pusat juga diharapkan dapat menutupi
kesenjangan investasi tersebut.
Konsekuensi logis dari naiknya investasi dan meningkatnya
pertumbuhan ekonomi di atas adalah:
1. Tersedianya lapangan kerja, sehingga selama lima tahun ke depan
ditargetkan rata-rata pengangguran turun 10% pertahun;
2. Naiknya nilai tambah produk-produk daerah yang dapat dinikmati
daerah;
3. Meningkatnya perdagangan daerah dan berkembangnya agribisnis
serta didukung oleh agroindustri yang terpusat di kawasan
agropolitan
4. Meningkatnya daya beli masyarakat, yang diindikasikan
menurunnya tingkat kemiskinan rata-rata 10% pertahun.
NARASUMBER :
http://humas.sambas.go.id/?page_id=5024 (WIB 20:14)
http://musi-rawas.go.id/musirawas/images/stories/pdf/bab26.pdf (WIB 20:32)
Senin, 09 Mei 2011
LYRICS SUPER JUNIOR
LYRICS BONAMANA BY SUPER JUNIOR
ttanttaranttan, ttanttaranttan, ttanttaranttan, ttadattarappa.
ttanttaranttan, ttanttaranttan, ttanttaranttan, ttadattarappa
neon alkkamalkka alkkamalkka neomu yeppeun miina.
nal michyeotdago malhaedo nan niga jota miina
nuga jeonhaejwo My baby, to my baby naega yeogi itdago mallya.
gidarinda mallya (Baby, you turn it up now)
neon, gatabuta, gatabuta mal jom haera miina.
ni maeumeul gajyeotdamyeon geunyang naneun sarmui Winner.
i sesangui ichiran, ichiran, yonggi inneun jareul ttara na gateun nom mallya.
yet mare Say, yeol beon jjigeumyeon neomeoganda. eusseuk, eusseuk, eusseuk
geunyeoneun gangjeok. kkeutteogeopda. ppijjuk, ppijjuk, ppijjuk
nan eotteokhalkka eotteokhalkka geunyeomani nae gwansimin geol, geol, geol.
Bounce to you, Bounce to you nae gaseumeun neol
hyanghae japhil sudo eobseul mankeum ttwigo inneungeol.
Break it Down to you, Down to you nae gaseumi neo,
neol gatji motandamyeon meomchul georanda (nal barabwara)
bolkkamalkka, bolkkamalkka, bolkkamalkka na gateun namja.
bonchemanche, bonchemanche, bonchemanche doraseo bwado
bogobwado, bogobwado, bogobwado na bakke eopda. bonamana, bonamana, bonamana (Baby, you turn it up now)
mwol salkka, salkka, salkka, salkka neoreul wihan seonmul.
o, michigetda. saenggangman haedo johahal ni moseup.
Listen girl! johahae. Baby girl! saranghae. namani neoreul wihan namja
deureojwo bwa neoreul hyanghan gobaek.
nae mamui say, aeman taeuji malgo jebal kkeudeok, kkeudeok, kkeudeok.
i noryeok jeongdomyeon narado guhae giteuk, giteuk, giteuk
nan eotteokharago, eotteokharago geunyeomani nae jeonbuin geol, geol, geol
Bounce to you, Bounce to you nae gaseumeun
neol hyanghae japhil sudo eobseul mankeum ttwigo inneungeol.
Break it Down to you, Down to you nae gaseumi neo,
neol gatji motandamyeon meomchul georanda (nal barabwara)ss
bolkkamalkka, bolkkamalkka, bolkkamalkka na gateun namja.
bonchemanche, bonchemanche, bonchemanche doraseo bwado
bogobwado, bogobwado, bogobwado na bakke eopda.
bonamana, bonamana, bonamana na bakke eopda.
nan deudyeo michilgeoya. pokbalhae beoril geoya.
deo mot chamgesseo geunyeomanui milgo danggigi.
o jinjja michilgeoya. nuga jom mallyeobwa bwa.
ireoke himdeul georan geol nuga malhaesseoyaji.
(It's) True, true nae gamjeongeun gal gosi eobseo.
nege matchwo beoringeol neon jal aljannni
How to keep loving you? naega jinjja nege jalhalge idaero nal sseokhyeo dujima
gidarinda. miina! Hope you'll step to me, step to me.
saranghanda. miina! Bring it, sign to me, sign to me.
hahahaha hahahahaha geunyeoga imi nal barabol junbiga dwae isseonna bwa
Bounce to you, Bounce to you nae gaseumeun neol
hyanghae japhil sudo eobseul mankeum ttwigo inneungeol.
Break it Down to you, Down to you nae gaseumi neo,
neol gatji motandamyeon meomchul georanda (nal barabwara)
bolkkamalkka, bolkkamalkka, bolkkamalkka na gateun namja.
bonchemanche, bonchemanche, bonchemanche doraseo bwado
bogobwado, bogobwado, bogobwado na bakke eopda.
bonamana, bonamana, bonamana na bakke eopda.
LYRICS COAGULATION
chagaun neoui geu han madiga naui maeume dake dwaesseul ttae
nae nundongjaen nado moreuneun chokchokhan iseul bangul
eodiseo eotteoke jakkuman maechineunji nado moreujyo
geunyang naega manhi apeun geotman arayo
tteugeowotdeon gaseumi jeomjeom ssaneulhajyo
mworago malhalji, eotteoke butjabeulji nado moreugetjanha
eotteoke nan eotteoke hajyo
nanananana nanananana yurichangedo nae nun wiedo
i seul maechyeonne nunmul maechyeonne jageun naetmureul mandeune
eodiseo eotteoke jakkuman maechineunji nado moreujyo
geunyang naega manhi apeun geotman arayo
tteugeowotdeon gaseumi jeomjeom ssaneulhajyo
mworago malhalji, eotteoke butjabeulji nado moreugetjanha
eotteoke nan eotteoke hajyo
nun gameumyeon heulleo naerilkkabwa haneureul ollyeobwado
gyeolgugen mugeowojin nunmul han bangureul deulkyeobeorigo maratji
eotteoke dasin neol bol su eobseumyeon nan eotteoke
naeil achim nado moreuge jeonhwagie soni daheumyeon geureomyeon naneun eotteoke
useumyeo neoege joheun moseup namgigo sipeo neoreul bwatjiman
gyeolgugen heulleo naeryeotji
LYRICS IN MY DREAM
geunyeoga doraoneyo mianhadago haneyo iksukhaetdeon geuriun geu songillo eorumanjyeoyo
nal boneun ansseureon nungil, deutgo sipdeon geu moksori, dajeonghage ijen ulji mallaneyo
neol nae pume aneumyeon sarajyeo beorigo nunmuri heulleo begaereul jeoksimyeon
nan geujeya jameseo kkaeeoyo achimeun neul ireoke....My Love
yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo, yeojeonhi geunyeoro kkaeeonado...
dasineun kkumkkuji ankireul baraedo, oneuldo geunyeoro naneun jami deul suga isseo
geunyeoga utgo inneyo neomuna oraenmanijyo geureon moseup geureoke bogo sipdeon naui geunyeojyo
geunyeoga geotgo isseoyo eotteon saramgwa dajeonghi nae gaseumeun mugeopge naeri nullyeoyo
tto nan kkumeul kkun geojyo sigeun ttam heureugo apaseo gieok jochado sirheun kkum
nan onjongil mueotdo motago siganeul bonaegetjyo My love
yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo, yeojeonhi geunyeoro kkaeeonado....
dasineun kkumkkuji ankireul baraedo, oneuldo geunyeoro naneun jami deul tende
i je heuryeojil mando hande geunyeoneun jeomjeom jiteogayo
eoje kkumeseocheoreom oneul naege wayo ijeneun honja jamdeulji anke
yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo, yeojeonhi geunyeoro kkaeeonado....
dasineun kkumkkuji ankireul baraedo, oneuldo geunyeoro naneun jami deul tende
o neul geudael dasi bol suman itdamyeon, geureol su itdamyeon, doraomyeon....
hanbeonman ne gyeote jamdeul su itdamyeon, geureol su itdamyeon...
geu daero kkaeji anko sipeo, jami deul su itdamyeon...
LYRICS NO OTHER
Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom
Neoui ttatteuthan geu soni chagapge, chagapge shikeo isseul ttae
Neoui ganghaetdeon geu ma eumi nal karopge sangcheo badasseul ttae
Naega jaba julge anajulge salmyeoshi, geugeoseuro jakeun iroman dwendamyeon johgesseo
Eonjena deo maneun geol haejugo shipeun nae mam neon da mollado dwae
Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha
Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom
Naui ganan haetdeon maeumi nunbushige jeomjeom byeonhaegal ttae
http://yuyaindou.blogspot.com
Jakeun yokshimdeuri deoneun neomchiji anhge nae mamui geureut keojyeogalttae
Argo isseo geu modeun iyuneun bunmyeonghi nega isseo ju-eotdaneun geot geu, geot ttak hana ppun
Eonjena gamsahae. Naega mankeum geuri jalhal su iggenni yeah
Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha
Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom
Rap> Itjanha jogeum aju jogeum na sujupjiman neon molla sokeun taeyangboda tteugeoweo nae mam jom arajweo
TV show-e na oneun Girl deureun mudae-eseo bichi nandedo neon eonjena nunbushyeo (Naega michyeo michyeo Baby)
Saranghandan neoui mare sesangeuk da gajin nan You & I, You’re so fine neo gateun saram isseulkka
http://yuyaindou.blogspot.com
Saranghae oh, negeneun ojik neoppun iran geol babo gateun na-egeneun jeonburaneungeol arajweo
Gateun gireul georeo wasseo urin seoro dalpagago itjanha nolla-ul ppuniya goma-ul ppuniya saranghal ppuniya
Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom
LYRICS SORRY-SORRY
Sorry Sorry
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby
Baraboneun nunbit soge
Nunbit soge naneun machi
Naneun machi mwoe hollin nom
Ijen beoseonajido motae
Georeooneun neoui moseup
Neoui moseup neoneun machi
Nae simjangeul barpgo wannabwa
Ijen beoseonajido motae
Eodil gana dangdanghage
Utneun neoneun maeryeokjeok
Chakhan yeoja ilsaegiran
Saenggakdeureun bopyeonjeok
Dodohage geochim eopge
Jeongmal neoneun hwansangjeok
Dorikil su eobseulmankeum
Nege ppajyeo beoryeosseo
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta
Nege banhaebeoryeosseo baby
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta ttarappappara
Hey girl gir gir gir gir gir girl I
Nunmantteumyeon ni saenggak Hey girl
Janakkaena sasil neo hana bakke anboyeo
Malhaebwa ni mame naega
Malhaebwa jari jabanneunji
Malhaejwo naege malhaejwo
Naneun babo babo babo
Jubyeon saramdeureun malhae
Naega neomu jeokgeukjeok
I sesange geureon saram
Eodi handurinyago
Geugeol molla geunyeol molla
Sigihamyeo haneun mal
Naega bureopdamyeon geugeon
Geudaedeuri jineun geo
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta
Nege banhaebeoryeosseo baby
Ttanttan ttanttada tta ttararara
Ttanttan ttanttada tta ttarappappara
Let's dance dance dance dance
Let's dance dance dance dance
Let's dance dance dance dance
Dance dance
Hey ije geuman naege wajullae
Jeongmal michil geotman gata yeah
Nan neoman saranghago sipeo
Jeoldae dasi hannun pal saenggak eobseo hey
Aeiniragiboda chingugateun
Naega doego sipeo
Neoui modeun gomin seulpeum
Hamkke ganjikhagopa
Dasi eobseul mankeum mankeum
Neoreul neomu saranghae
Naega baran saram niga baro geu
That that that girl
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo bab
NARASUMBER :
http://koreabanget.blogspot.com/2010/05/lyrics-bonamana-super-junior-4th-album.html
http://koreabanget.blogspot.com/2010/05/lyrics-coagulation-super-junior-4th.html
http://koreabanget.blogspot.com/2010/05/lyrics-in-my-dream-super-junior-4th.html
http://yuyaindou.blogspot.com/2010/07/super-junior-no-other.html
http://yuyaindou.blogspot.com/2009/07/sorry-sorry-lyric-super-junior.html
ttanttaranttan, ttanttaranttan, ttanttaranttan, ttadattarappa.
ttanttaranttan, ttanttaranttan, ttanttaranttan, ttadattarappa
neon alkkamalkka alkkamalkka neomu yeppeun miina.
nal michyeotdago malhaedo nan niga jota miina
nuga jeonhaejwo My baby, to my baby naega yeogi itdago mallya.
gidarinda mallya (Baby, you turn it up now)
neon, gatabuta, gatabuta mal jom haera miina.
ni maeumeul gajyeotdamyeon geunyang naneun sarmui Winner.
i sesangui ichiran, ichiran, yonggi inneun jareul ttara na gateun nom mallya.
yet mare Say, yeol beon jjigeumyeon neomeoganda. eusseuk, eusseuk, eusseuk
geunyeoneun gangjeok. kkeutteogeopda. ppijjuk, ppijjuk, ppijjuk
nan eotteokhalkka eotteokhalkka geunyeomani nae gwansimin geol, geol, geol.
Bounce to you, Bounce to you nae gaseumeun neol
hyanghae japhil sudo eobseul mankeum ttwigo inneungeol.
Break it Down to you, Down to you nae gaseumi neo,
neol gatji motandamyeon meomchul georanda (nal barabwara)
bolkkamalkka, bolkkamalkka, bolkkamalkka na gateun namja.
bonchemanche, bonchemanche, bonchemanche doraseo bwado
bogobwado, bogobwado, bogobwado na bakke eopda. bonamana, bonamana, bonamana (Baby, you turn it up now)
mwol salkka, salkka, salkka, salkka neoreul wihan seonmul.
o, michigetda. saenggangman haedo johahal ni moseup.
Listen girl! johahae. Baby girl! saranghae. namani neoreul wihan namja
deureojwo bwa neoreul hyanghan gobaek.
nae mamui say, aeman taeuji malgo jebal kkeudeok, kkeudeok, kkeudeok.
i noryeok jeongdomyeon narado guhae giteuk, giteuk, giteuk
nan eotteokharago, eotteokharago geunyeomani nae jeonbuin geol, geol, geol
Bounce to you, Bounce to you nae gaseumeun
neol hyanghae japhil sudo eobseul mankeum ttwigo inneungeol.
Break it Down to you, Down to you nae gaseumi neo,
neol gatji motandamyeon meomchul georanda (nal barabwara)ss
bolkkamalkka, bolkkamalkka, bolkkamalkka na gateun namja.
bonchemanche, bonchemanche, bonchemanche doraseo bwado
bogobwado, bogobwado, bogobwado na bakke eopda.
bonamana, bonamana, bonamana na bakke eopda.
nan deudyeo michilgeoya. pokbalhae beoril geoya.
deo mot chamgesseo geunyeomanui milgo danggigi.
o jinjja michilgeoya. nuga jom mallyeobwa bwa.
ireoke himdeul georan geol nuga malhaesseoyaji.
(It's) True, true nae gamjeongeun gal gosi eobseo.
nege matchwo beoringeol neon jal aljannni
How to keep loving you? naega jinjja nege jalhalge idaero nal sseokhyeo dujima
gidarinda. miina! Hope you'll step to me, step to me.
saranghanda. miina! Bring it, sign to me, sign to me.
hahahaha hahahahaha geunyeoga imi nal barabol junbiga dwae isseonna bwa
Bounce to you, Bounce to you nae gaseumeun neol
hyanghae japhil sudo eobseul mankeum ttwigo inneungeol.
Break it Down to you, Down to you nae gaseumi neo,
neol gatji motandamyeon meomchul georanda (nal barabwara)
bolkkamalkka, bolkkamalkka, bolkkamalkka na gateun namja.
bonchemanche, bonchemanche, bonchemanche doraseo bwado
bogobwado, bogobwado, bogobwado na bakke eopda.
bonamana, bonamana, bonamana na bakke eopda.
LYRICS COAGULATION
chagaun neoui geu han madiga naui maeume dake dwaesseul ttae
nae nundongjaen nado moreuneun chokchokhan iseul bangul
eodiseo eotteoke jakkuman maechineunji nado moreujyo
geunyang naega manhi apeun geotman arayo
tteugeowotdeon gaseumi jeomjeom ssaneulhajyo
mworago malhalji, eotteoke butjabeulji nado moreugetjanha
eotteoke nan eotteoke hajyo
nanananana nanananana yurichangedo nae nun wiedo
i seul maechyeonne nunmul maechyeonne jageun naetmureul mandeune
eodiseo eotteoke jakkuman maechineunji nado moreujyo
geunyang naega manhi apeun geotman arayo
tteugeowotdeon gaseumi jeomjeom ssaneulhajyo
mworago malhalji, eotteoke butjabeulji nado moreugetjanha
eotteoke nan eotteoke hajyo
nun gameumyeon heulleo naerilkkabwa haneureul ollyeobwado
gyeolgugen mugeowojin nunmul han bangureul deulkyeobeorigo maratji
eotteoke dasin neol bol su eobseumyeon nan eotteoke
naeil achim nado moreuge jeonhwagie soni daheumyeon geureomyeon naneun eotteoke
useumyeo neoege joheun moseup namgigo sipeo neoreul bwatjiman
gyeolgugen heulleo naeryeotji
LYRICS IN MY DREAM
geunyeoga doraoneyo mianhadago haneyo iksukhaetdeon geuriun geu songillo eorumanjyeoyo
nal boneun ansseureon nungil, deutgo sipdeon geu moksori, dajeonghage ijen ulji mallaneyo
neol nae pume aneumyeon sarajyeo beorigo nunmuri heulleo begaereul jeoksimyeon
nan geujeya jameseo kkaeeoyo achimeun neul ireoke....My Love
yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo, yeojeonhi geunyeoro kkaeeonado...
dasineun kkumkkuji ankireul baraedo, oneuldo geunyeoro naneun jami deul suga isseo
geunyeoga utgo inneyo neomuna oraenmanijyo geureon moseup geureoke bogo sipdeon naui geunyeojyo
geunyeoga geotgo isseoyo eotteon saramgwa dajeonghi nae gaseumeun mugeopge naeri nullyeoyo
tto nan kkumeul kkun geojyo sigeun ttam heureugo apaseo gieok jochado sirheun kkum
nan onjongil mueotdo motago siganeul bonaegetjyo My love
yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo, yeojeonhi geunyeoro kkaeeonado....
dasineun kkumkkuji ankireul baraedo, oneuldo geunyeoro naneun jami deul tende
i je heuryeojil mando hande geunyeoneun jeomjeom jiteogayo
eoje kkumeseocheoreom oneul naege wayo ijeneun honja jamdeulji anke
yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo, yeojeonhi geunyeoro kkaeeonado....
dasineun kkumkkuji ankireul baraedo, oneuldo geunyeoro naneun jami deul tende
o neul geudael dasi bol suman itdamyeon, geureol su itdamyeon, doraomyeon....
hanbeonman ne gyeote jamdeul su itdamyeon, geureol su itdamyeon...
geu daero kkaeji anko sipeo, jami deul su itdamyeon...
LYRICS NO OTHER
Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom
Neoui ttatteuthan geu soni chagapge, chagapge shikeo isseul ttae
Neoui ganghaetdeon geu ma eumi nal karopge sangcheo badasseul ttae
Naega jaba julge anajulge salmyeoshi, geugeoseuro jakeun iroman dwendamyeon johgesseo
Eonjena deo maneun geol haejugo shipeun nae mam neon da mollado dwae
Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha
Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom
Naui ganan haetdeon maeumi nunbushige jeomjeom byeonhaegal ttae
http://yuyaindou.blogspot.com
Jakeun yokshimdeuri deoneun neomchiji anhge nae mamui geureut keojyeogalttae
Argo isseo geu modeun iyuneun bunmyeonghi nega isseo ju-eotdaneun geot geu, geot ttak hana ppun
Eonjena gamsahae. Naega mankeum geuri jalhal su iggenni yeah
Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha
Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom
Rap> Itjanha jogeum aju jogeum na sujupjiman neon molla sokeun taeyangboda tteugeoweo nae mam jom arajweo
TV show-e na oneun Girl deureun mudae-eseo bichi nandedo neon eonjena nunbushyeo (Naega michyeo michyeo Baby)
Saranghandan neoui mare sesangeuk da gajin nan You & I, You’re so fine neo gateun saram isseulkka
http://yuyaindou.blogspot.com
Saranghae oh, negeneun ojik neoppun iran geol babo gateun na-egeneun jeonburaneungeol arajweo
Gateun gireul georeo wasseo urin seoro dalpagago itjanha nolla-ul ppuniya goma-ul ppuniya saranghal ppuniya
Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom
LYRICS SORRY-SORRY
Sorry Sorry
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby
Baraboneun nunbit soge
Nunbit soge naneun machi
Naneun machi mwoe hollin nom
Ijen beoseonajido motae
Georeooneun neoui moseup
Neoui moseup neoneun machi
Nae simjangeul barpgo wannabwa
Ijen beoseonajido motae
Eodil gana dangdanghage
Utneun neoneun maeryeokjeok
Chakhan yeoja ilsaegiran
Saenggakdeureun bopyeonjeok
Dodohage geochim eopge
Jeongmal neoneun hwansangjeok
Dorikil su eobseulmankeum
Nege ppajyeo beoryeosseo
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta
Nege banhaebeoryeosseo baby
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta ttarappappara
Hey girl gir gir gir gir gir girl I
Nunmantteumyeon ni saenggak Hey girl
Janakkaena sasil neo hana bakke anboyeo
Malhaebwa ni mame naega
Malhaebwa jari jabanneunji
Malhaejwo naege malhaejwo
Naneun babo babo babo
Jubyeon saramdeureun malhae
Naega neomu jeokgeukjeok
I sesange geureon saram
Eodi handurinyago
Geugeol molla geunyeol molla
Sigihamyeo haneun mal
Naega bureopdamyeon geugeon
Geudaedeuri jineun geo
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta
Nege banhaebeoryeosseo baby
Ttanttan ttanttada tta ttararara
Ttanttan ttanttada tta ttarappappara
Let's dance dance dance dance
Let's dance dance dance dance
Let's dance dance dance dance
Dance dance
Hey ije geuman naege wajullae
Jeongmal michil geotman gata yeah
Nan neoman saranghago sipeo
Jeoldae dasi hannun pal saenggak eobseo hey
Aeiniragiboda chingugateun
Naega doego sipeo
Neoui modeun gomin seulpeum
Hamkke ganjikhagopa
Dasi eobseul mankeum mankeum
Neoreul neomu saranghae
Naega baran saram niga baro geu
That that that girl
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo bab
NARASUMBER :
http://koreabanget.blogspot.com/2010/05/lyrics-bonamana-super-junior-4th-album.html
http://koreabanget.blogspot.com/2010/05/lyrics-coagulation-super-junior-4th.html
http://koreabanget.blogspot.com/2010/05/lyrics-in-my-dream-super-junior-4th.html
http://yuyaindou.blogspot.com/2010/07/super-junior-no-other.html
http://yuyaindou.blogspot.com/2009/07/sorry-sorry-lyric-super-junior.html
PENDAPATAN PERKAPITA TAHUN 2005-2010 PADA SEKTOR PERINDUSTRIAN
PENDAPATAN PERKAPITA TAHUN 2005-2010 PADA SEKTOR PERINDUSTRIAN
Nama : KHOIRUNNISA
NPM : 23210894
Kelas : 1EB06
TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA
Tingkat pendapatan suatu daerah dapat diukur antara lain dari pendapatan per kapita, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gambaraan kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2003 dapat dilihat Keadaan perekonomian Kabupaten Sambas yaitu:
1. PAD sebesar 16.350.041.018
2. Pendapatan per kapita sebesar 3.419.922
3. Pajak bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 8.560.013.046
4. Upah minimum regional (UMR) sebesar 400.000
Sedangkan Tingkat pendapatan Mata pencaharian Menurut sektor yaitu :
1. Pertanian berjumlah 207.350 orang
2. Industri Pengolahan berjumlah152.028 orang
3. Listrik, gas, dan air berjumlah 9.053 orang
4. Bangunan berjumlah 28.308 orang
5. Perdagangan berjumlah 34.695 orang
6. Perhubungan berjumlah 2.874 orang
7. Keuangan berjumlah 9.723 orang
8. Jasa kemasyarakatan lainnya berjumlah 34.678 orang.
Berdasarkan PDRB Kabupaten Sambas atas dasar harga konstan tahun 1993 secara riil diperoleh gambaran mengenai pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 2,90%. Dimana pada tahun 2001 tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas sebesar 674.565,23 juta dan pada tahun 2002 mengalami peningkatan menjadi 694.086,81 juta.
Pada tahun 2002, struktur perekonomian didominasi oleh sektor pertanian, dimana sektor ini memberikan sumbangan sebesar 44,18% terhadap keseluruhan perekonomian yang ditunjukkan pada PDRB harga berlaku pada tahun tersebut. Disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 27,24%, sektor industri sebesar 11,06% dan sektor lainnya 17,52%.
Pendapatan regional per kapita selama kurun waktu tahun 2001-2002 mengalami peningkatan Rp. 4.526.193,12 menjadi Rp. 4.930.257,85 atau meningkat sebesar 8,93%. Selanjutnya atas dasar harga konstan 1993, angka PDRB per kapita ini mengalami peningkatan sebesar 1,78%, yaitu dari Rp. 1.471.890,55 menjadi Rp. 1.498.088,37.
A. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Musi Rawas 2005 – 2010
Pada Tahun 2005 – 2010 pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Musi Rawas di harapkan tumbuh di atas 6 % pertahun. Target
pertumbuhan ekonomi ini berdasarkan skenario pertumbuhan yang
optimis yang dapat dicapai, mengingat pada beberapa hal yakni:
secara nasional maupun regional kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) akan mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat dan investasi
swasta. Pengaruh perkembangan ekonomi regional tersebut akan
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Rawas pada
tahun 2005 – 2010.
Pada tahun 2007 di harapkan perkembangan perekonomian
Kabupaten Musi Rawas secara berangsur akan bangkit menuju kearah
pemulihan untuk mencapai stabilitas. Sektor yang di harapkan menjadi
pendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Rawas pada tahun
2005 – 2010 adalah sektor yang berperan dalam pemenuhan konsumsi
masyarakat, sektor yang menyerap tenaga kerja yang besar dan sektor
yang memiliki nilai tambah lokal yang tinggi dan berorientasi ekspor.
Sektor yang memenuhi kriteria tersebut adalah sektor pertanian,
khususnya sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan dan
peternakan, sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan
restoran, pengangkutan dan komunikasi dan jasa-jasa. Sektor
pertanian di harapkan tumbuh sebesar 5.50%, industri pengolahan
5.20, Pengangkutan dan komunikasi 7,62%, perdagangan hotel dan restoran 5,09% dan jasa-jasa 5.11%.
Sedangkan perkembangan indikator tingkat pendapatan
perkapita Kabupaten Musi Rawas Tahun 2006 – 2010 diperkirakan
meningkat sebesar 3 – 4 persen pertahun. Perkembangan tingkat
inflasi di Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2006 – 2010 diperkirakan
akan dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM, sehingga diproyeksikan
tingkat inflasi berkisar antara 10 – 12 persen pertahun.
B. Proyeksi Investasi Kabupaten Musi Rawas 2006 – 2010
Perekonomian Kabupaten Musi Rawas dalam periode tahun
2006 – 2010 di harapkan menjadi lebih efisien. Peningkatan efisiensi
perekonomian ini diharapkan akan tercermin pada penurunan angka
Incremental Capital Out Put Ratio (ICOR) atau rasio antara
pertambahan modal dengan jumlah pertambahan produksi. Dalam
periode Tahun 2000 – 2004 angka ICOR Kabupaten Musi Rawas
sebesar 5,24, sedangkan angka per sektor adalah sebesar 11,06, hal
ini berarti untuk setiap penambahan satu unit kapasitas produksi di
Kabupaten Musi Rawas membutuhkan modal atau tambahan modal
sebesar 11,06, angka ini mengindikasikan mahalnya investasi yang dilakukan di Kabupaten Musi Rawas.
Oleh karenanya pada tahun 2006 – 2010 angka ICOR
Kabupaten Musi Rawas diharapkan menurun menjadi 4 – 5.
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas di harapkan dapat
menginvestasikan ke sektor-sektor yang memiliki efisiensi dana
investasi seperti sektor pertanian, pertambangan dan penggalian,
listrik, gas, dan air bersih dan jasa dunia usaha.
Berdasarkan perkiraan tingkat efisiensi investasi tersebut,
untuk mencapai sasaran pertumbuhan rata-rata 6 persen per tahun
dibutuhkan total investasi selama kumulatif lima tahun sebesar
Rp. 6.998,216 juta (+ Rp. 7 Trilyun) atau meningkat sebesar 12,53
persen per tahun. Sehubungan dengan keterbatasan investasi
pemerintah daerah Kabupaten Musi Rawas maka dalam pemenuhan
kebutuhan investasi tersebut diharapkan adanya peningkatan peran
investasi masyarakat di Kabupaten Musi Rawas. Selain dari investasi
masyarakat tersebut, investasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
dan Investasi Pemerintah Pusat juga diharapkan dapat menutupi
kesenjangan investasi tersebut.
Konsekuensi logis dari naiknya investasi dan meningkatnya
pertumbuhan ekonomi di atas adalah:
1. Tersedianya lapangan kerja, sehingga selama lima tahun ke depan
ditargetkan rata-rata pengangguran turun 10% pertahun;
2. Naiknya nilai tambah produk-produk daerah yang dapat dinikmati
daerah;
3. Meningkatnya perdagangan daerah dan berkembangnya agribisnis
serta didukung oleh agroindustri yang terpusat di kawasan
agropolitan
4. Meningkatnya daya beli masyarakat, yang diindikasikan
menurunnya tingkat kemiskinan rata-rata 10% pertahun.
NARASUMBER :
http://humas.sambas.go.id/?page_id=5024 (WIB 20:14)
http://musi-rawas.go.id/musirawas/images/stories/pdf/bab26.pdf (WIB 20:32)
Nama : KHOIRUNNISA
NPM : 23210894
Kelas : 1EB06
TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA
Tingkat pendapatan suatu daerah dapat diukur antara lain dari pendapatan per kapita, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gambaraan kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2003 dapat dilihat Keadaan perekonomian Kabupaten Sambas yaitu:
1. PAD sebesar 16.350.041.018
2. Pendapatan per kapita sebesar 3.419.922
3. Pajak bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 8.560.013.046
4. Upah minimum regional (UMR) sebesar 400.000
Sedangkan Tingkat pendapatan Mata pencaharian Menurut sektor yaitu :
1. Pertanian berjumlah 207.350 orang
2. Industri Pengolahan berjumlah152.028 orang
3. Listrik, gas, dan air berjumlah 9.053 orang
4. Bangunan berjumlah 28.308 orang
5. Perdagangan berjumlah 34.695 orang
6. Perhubungan berjumlah 2.874 orang
7. Keuangan berjumlah 9.723 orang
8. Jasa kemasyarakatan lainnya berjumlah 34.678 orang.
Berdasarkan PDRB Kabupaten Sambas atas dasar harga konstan tahun 1993 secara riil diperoleh gambaran mengenai pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 2,90%. Dimana pada tahun 2001 tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas sebesar 674.565,23 juta dan pada tahun 2002 mengalami peningkatan menjadi 694.086,81 juta.
Pada tahun 2002, struktur perekonomian didominasi oleh sektor pertanian, dimana sektor ini memberikan sumbangan sebesar 44,18% terhadap keseluruhan perekonomian yang ditunjukkan pada PDRB harga berlaku pada tahun tersebut. Disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 27,24%, sektor industri sebesar 11,06% dan sektor lainnya 17,52%.
Pendapatan regional per kapita selama kurun waktu tahun 2001-2002 mengalami peningkatan Rp. 4.526.193,12 menjadi Rp. 4.930.257,85 atau meningkat sebesar 8,93%. Selanjutnya atas dasar harga konstan 1993, angka PDRB per kapita ini mengalami peningkatan sebesar 1,78%, yaitu dari Rp. 1.471.890,55 menjadi Rp. 1.498.088,37.
A. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Musi Rawas 2005 – 2010
Pada Tahun 2005 – 2010 pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Musi Rawas di harapkan tumbuh di atas 6 % pertahun. Target
pertumbuhan ekonomi ini berdasarkan skenario pertumbuhan yang
optimis yang dapat dicapai, mengingat pada beberapa hal yakni:
secara nasional maupun regional kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) akan mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat dan investasi
swasta. Pengaruh perkembangan ekonomi regional tersebut akan
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Rawas pada
tahun 2005 – 2010.
Pada tahun 2007 di harapkan perkembangan perekonomian
Kabupaten Musi Rawas secara berangsur akan bangkit menuju kearah
pemulihan untuk mencapai stabilitas. Sektor yang di harapkan menjadi
pendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Rawas pada tahun
2005 – 2010 adalah sektor yang berperan dalam pemenuhan konsumsi
masyarakat, sektor yang menyerap tenaga kerja yang besar dan sektor
yang memiliki nilai tambah lokal yang tinggi dan berorientasi ekspor.
Sektor yang memenuhi kriteria tersebut adalah sektor pertanian,
khususnya sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan dan
peternakan, sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan
restoran, pengangkutan dan komunikasi dan jasa-jasa. Sektor
pertanian di harapkan tumbuh sebesar 5.50%, industri pengolahan
5.20, Pengangkutan dan komunikasi 7,62%, perdagangan hotel dan restoran 5,09% dan jasa-jasa 5.11%.
Sedangkan perkembangan indikator tingkat pendapatan
perkapita Kabupaten Musi Rawas Tahun 2006 – 2010 diperkirakan
meningkat sebesar 3 – 4 persen pertahun. Perkembangan tingkat
inflasi di Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2006 – 2010 diperkirakan
akan dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM, sehingga diproyeksikan
tingkat inflasi berkisar antara 10 – 12 persen pertahun.
B. Proyeksi Investasi Kabupaten Musi Rawas 2006 – 2010
Perekonomian Kabupaten Musi Rawas dalam periode tahun
2006 – 2010 di harapkan menjadi lebih efisien. Peningkatan efisiensi
perekonomian ini diharapkan akan tercermin pada penurunan angka
Incremental Capital Out Put Ratio (ICOR) atau rasio antara
pertambahan modal dengan jumlah pertambahan produksi. Dalam
periode Tahun 2000 – 2004 angka ICOR Kabupaten Musi Rawas
sebesar 5,24, sedangkan angka per sektor adalah sebesar 11,06, hal
ini berarti untuk setiap penambahan satu unit kapasitas produksi di
Kabupaten Musi Rawas membutuhkan modal atau tambahan modal
sebesar 11,06, angka ini mengindikasikan mahalnya investasi yang dilakukan di Kabupaten Musi Rawas.
Oleh karenanya pada tahun 2006 – 2010 angka ICOR
Kabupaten Musi Rawas diharapkan menurun menjadi 4 – 5.
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas di harapkan dapat
menginvestasikan ke sektor-sektor yang memiliki efisiensi dana
investasi seperti sektor pertanian, pertambangan dan penggalian,
listrik, gas, dan air bersih dan jasa dunia usaha.
Berdasarkan perkiraan tingkat efisiensi investasi tersebut,
untuk mencapai sasaran pertumbuhan rata-rata 6 persen per tahun
dibutuhkan total investasi selama kumulatif lima tahun sebesar
Rp. 6.998,216 juta (+ Rp. 7 Trilyun) atau meningkat sebesar 12,53
persen per tahun. Sehubungan dengan keterbatasan investasi
pemerintah daerah Kabupaten Musi Rawas maka dalam pemenuhan
kebutuhan investasi tersebut diharapkan adanya peningkatan peran
investasi masyarakat di Kabupaten Musi Rawas. Selain dari investasi
masyarakat tersebut, investasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
dan Investasi Pemerintah Pusat juga diharapkan dapat menutupi
kesenjangan investasi tersebut.
Konsekuensi logis dari naiknya investasi dan meningkatnya
pertumbuhan ekonomi di atas adalah:
1. Tersedianya lapangan kerja, sehingga selama lima tahun ke depan
ditargetkan rata-rata pengangguran turun 10% pertahun;
2. Naiknya nilai tambah produk-produk daerah yang dapat dinikmati
daerah;
3. Meningkatnya perdagangan daerah dan berkembangnya agribisnis
serta didukung oleh agroindustri yang terpusat di kawasan
agropolitan
4. Meningkatnya daya beli masyarakat, yang diindikasikan
menurunnya tingkat kemiskinan rata-rata 10% pertahun.
NARASUMBER :
http://humas.sambas.go.id/?page_id=5024 (WIB 20:14)
http://musi-rawas.go.id/musirawas/images/stories/pdf/bab26.pdf (WIB 20:32)
Kamis, 07 April 2011
Struktur Dan Fungsi Politik
STRUKTUR DAN FUNGSI POLITIK
1. Bagan Struktur Politik
Struktur politik adalah susunan komponen-komponen politik yang saling berhubungan satu sama lain atau secara fungsional diartikan sebagai pelembagaan hubungan antara komponen-komponen yang membentuk sistem politik. Struktur politik suatu negara menggambarkan susunan kekuasaan di dalam negara itu.
Struktur politik mempunyai kaitan yang erat dengan struktur-struktur lainnya yang ada di dalam masyarakat, seperti struktur ekonomi, struktur sosial, dan struktur budaya. Keseluruhan struktur-struktur ini membentuk bangunan masyarakat.
Struktur politik Indonesia diatur dalam UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya, yang secara garis besar terdiri atas suprastruktur dan infrastruktur politik. Berdasarkan kategori lain, struktur politik dibagi atas struktur politik formal dan struktur politik informal.
Struktur politik merupakan keseluruhan bagian atau komponen (yang berupa lembaga-lembaga) dalam suatu sistem politik yang menjalankan fungsi atau tugas tertentu.
Umumnya struktur yang dimiliki oleh suatu sistem politik terdapat beberapa kategori seperti, kelompok kepentingan, partai politik, badan peradilan, dewan eksekutif, legislative, birokrasi dsb. Akan tetapi struktur tersebut tidak banyak membantu dalam memperbandingakan satu system politik yang satu terhadap system politik yang lainnya terkecuali struktur politik tersebut berjalan beriringan dengan fungsi dari system politik itu sendiri, atau dengan lain kata struktur dapat efektif dan tertata sejauh fungsinya sesuai dengan system politik yang ada.
1. Fungsi Politik
Dalam suatu negara Politik sangat berguna sebagai pengatur kehidupan masyarakatnya, jika tidak ada Politik dalam suatu negara, maka kehidupan suatu negara akan menjadi berantakan, tidak ada tujuan, tidak ada undang-undang, tidak ada hukum dan tidak ada yang mengatur kehidupan negara, hal ini yang membuat politik sangat diperlukan dalam kehidupan bernegara. Adapun fungsi politik sebagai berikut:
• Perumusan kepentingan
• Pemaduan kepentingan
• Pembuatan kebijakan umum
• Penerapan kebijakan
• Pengawasan pelaksanaan kebijakan
Fungsi Politik yang lain
Apabila kita bisa mengetahui bagaimana bekerjanya suatu keseluruhan system, dan bagaimana lembaga-lembaga politik yang terstruktur dapat menjalan fungsi barulah analisa perpandingan politik dapat memiliki arti. Lembaga politik mempunya tiga fungsi sebagaimana yang telah digambarkan oleh prof Almond sebagai berikut;
1. Sosialisasi politik. Merupakan fungsi untuk mengembangkan dan memperkuat sikap-sikap politik di kalangan penduduk, atau melatih rakyat untuk menjalankan peranan-peranan politik, administrative, dan yudisial tertentu.
2. Rekruitmen politik. Merupakan fungsi penyeleksian rakyat untuk kegiatan politik dan jabatan pemerintahan melalui penampilan dalam media komunikasi, menjadi anggota organisasi, mencalonkan diri untuk jabatan tertentu, pendidikan, dan ujian.
3. komunikasi politik. Merupakan jalan mengalirnya informasi melalui masyarakat dan melalui berbagai struktur yang ada dalam system politik. Ketiga fungsi diatas tidak secara langsung terlibat dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan instansi Negara, akan tetapi peranannya sangat penting dalam cara bekerja sistem politik
Menurut Para Pakar
Menurut Rachman ( 2006) menjelaskan dari pengertian sosialisasi Politik berasal dari dua kata yaitu Sosialisasi dan Politik. Sosialisasi berarti pemasyarakatan dan Politik berarti urusan negara. Jadi secara etimologis Sosialisasi Politik adalah pemasyarakatan urusan negara. Urusan Negara yang dimaksud adalah semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sedangkan menurut Michael Rush dan Phillip Althoff yang dikutip dari http://setabasri01.blogspot.com menjelaskan Sosialisasi politik adalah proses oleh pengaruh mana seorang individu bisa mengenali sistem politik yang kemudian menentukan persepsi serta reaksinya terhadap gejala-gejala politik. Sosialisasi politik juga sarana bagi suatu suatu generasi untuk mewariskan keyakinan-keyakinan politiknya kepada generasi sesudahnya. Sosialisasi politik ini merupakan proses yang berlangsung lama dan rumit yang dihasilkan dari usaha saling mempengaruhi di antara kepribadian individu dan pengalaman-pengalaman politiknya yang relevan dan memberi bentuk terhadap tingkah laku politiknya.
Sosialisasi politik mempunyai tujuan menumbuh kembangkan serta menguatkan sikap politik dikalangan masyarakat (penduduk) secara umum (menyeluruh), atau bagian-bagian dari penduduk, atau melatih rakyat untuk menjalankan peranan-peranan politik, administrative, judicial tertentu.
Menurut Hyman dalam buku panduan Rusnaini ( 2008) sosialisasi politik merupakan suatu proses belajar yang kontinyu yang melibatkan baik belajar secara emosional (emotional learning) maupun indoktrinasi politik yang manifes dan dimediai oleh segala partisipasi dan pengalaman si individu yang menjalaninya. Sosialisasi politik melatih individu dalam memasukkan nilai-nilai politik yang berlaku di dalam sebuah sistem politik.
2. Agen-agen Sosialisasi Politik
Menurut Tischler (1999) yang dikutip dari http://tentangkomputerkita.blogspot.com/ yang menjadi agen atau perantara dalam proses sosialisasi meliputi :
1. Keluarga
Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang.keluarga merupakan dasar pembantu utama struktur social yang lebih luas, dengan pengertian bahwa lembaga lainya tergantung pada eksistensinya. Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Fungsi keluarga antara lain:
1. Pengaturan seksual
2. Reproduksi
3. Sosialisasi
4. Pemeliharaan
5. Penempatan anak di dalam masyarakat
6. Pemuas kebutuhan perseorangan
7. Kontrol sosial
( Munandar (1989) di kutip dari http://tentangkomputerkita.blogspot.com/ )
2. Teman Pergaulan
Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.
3. Lembaga pendidikan formal (sekolah)
Lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab. Sehingga sekolah dirasa sebagai tempat yang cukup efektif dalam mendidik seorang anak untuk memupuk rasa tanggung jawab untuk kewajiban dan haknya.
4. Media massa
Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
5. Pemerintah
Pemerintah merupakan agen sosialisasi politik secondary group. Pemerintah merupakan agen yang punya kepentingan langsung atas sosialisasi politik. Pemerintah yang menjalankan sistem politik dan stabilitasnya. Pemerintah biasanya melibatkan diri dalam politik pendidikan, di mana beberapa mata pelajaran ditujukan untuk memperkenalkan siswa kepada sistem politik negara, pemimpin, lagu kebangsaan, dan sejenisnya. Pemerintah juga, secara tidak langsung, melakukan sosialisasi politik melalui tindakan-tindakannya. Melalui tindakan pemerintah, orientasi afektif individu bisa terpengaruh dan ini mempengaruhi budaya politiknya.
6. Partai Politik
Partai politik adalah agen sosialisasi politik secondary group. Partai politik biasanya membawakan kepentingan nilai spesifik dari warga negara, seperti agama, kebudayaan, keadilan, nasionalisme, dan sejenisnya. Melalui partai politik dan kegiatannya, individu dapat mengetahui kegiatan politik di negara, pemimpin-pemimpin baru, dan kebijakan-kebijakan yang ada.
7. Agen-agen lain
Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.
Selain itu, sosialisasi politik juga ditentukan oleh faktor interaksi pengalaman-pengalaman seseorang dalam keluarga, tempat tinggal, pendidikan dan pergaulannya. Karena hal ini yang sangat berperan membentuk karakter anak untuk dewasa nantinya.
3. Sosialisasi Politik di berbagai Negara
a. Di Negara Liberal
Sosialisasi politik di negara liberal merupakan salah satu sebagai pendidikan politik. Pendidikan politik adalah proses dialogik diantara pemberi dan penerima pesan. Melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan simbol-simbol politik negaranya dari berbagai pihak seperti sekolah, pemerintah, dan partai politik. Pendidikan politik dipandang sebagai proses dialog antara pendidik, seperti sekolah, pemerintah, partai politik dan peserta didik dalam rangka pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai, norma dan simbol politik yang dianggap ideal dan baik.
b. Di Negara Totaliter
Sosialisasi politik di negara totaliter merupakan indoktrinasi politik. Indoktrinasi politik ialah proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa sebagai ideal dan baik. Melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaaan psikologis, dan latihan penuh disiplin, partai politik dalam sistem politik totaliter melaksanakan fungsi indoktinasi politik.
c. Di Negara Berkembang
Menurut Robert Le Vine dalam handout perkuliahan Rusnaini ( 2008:17) berpendapat bahwa “sosialisasi politik pada negara berkembang cenderung mempunyai relasi lebih dekat pada sistem-sistem lokal, kesukuan, etnis, dan regional daripada dengan sistem-sistem politik nasional”. Ada 3 faktor penting dalm sosialisasi politik pada masyarakat berkembang, yaitu :
1. Pertumbuhan pendidikan di negara-negara berkembang dapat melampui kapasitas mereka untuk memodernisasi kelompok tradisional lewat industrinalisasi dan pendidikan.
2. Sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional antara jenis kelamin, sehingga kaum wanita lebih erat terikat pada nilai tradisional.
3. Mungkin pengaruh urbanisasi yang selalu dianggap sebgai saru kekuatan perkasa untuk mengembangkan nilai-nilai tradisional.
d. Di Masyarakat Primitif
Proses sosialisasi politik pada masyarakat primitif sangat bergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakatnya, dan berbeda pada tiap suku. Sosialisasi politik pada masyarakat primitif sangat tergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakatnya, dan berbeda pada tiap suku.
4. Metode Sosialisasi Politik yang dikemukakan oleh Rush dan Althof
a. Imitasi
Peniruan terhadap tingkah laku individu-individu lain. Imitasi penting dalam sosialisasi masa kanak-kanak. Pada remaja dan dewasa, imitasi lebih banyakbercampur dengan kedua mekanisme lainnya, sehingga satu derajat peniruannya terdapat pula pada instruksi mupun motivasi.
b. Instruksi
Peristiwa penjelasan diri seseornag dengan sengaja dapat ditempatkan dalam suatu situasi yang intruktif sifatnya.
c. Motivasi
Sebagaimana dijelaskan Le Vine merupakan tingkah laku yang tepat yang cocok yang dipelajari melalui proses coba-coba dan gagal (trial and error).
Jika imitasi dan instruksi merupakan tipe khusus dari pengalaman, sementara motivasi lebih banyak diidentifikasikan dengan pengalaman pada umumnya.
Sosialisasi politik yang selanjutnya akan mempengaruhi pembentukan jati diri politik pada seseorang dapat terjadi melalui cara langsung dan tidak langsung. Proses tidak langsung meliputi berbagai bentuk proses sosialisasi yang pada dasarnya tidak bersifat politik tetapi dikemudian hari berpengatuh terhadap pembentukan jati diri atau kepribadian politik. Sosialisasi politik lnagsung menunjuk pada proses-proses pengoperan atau pembnetukan orientasi-orientasi yang di dalam bentuk dan isinya bersifat politik.
Komunikasi Politik
Secara sederhana, komunikasi politik (political communication) adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara ”yang memerintah” dan ”yang diperintah”.
Mengkomunikasikan politik tanpa aksi politik yang kongkret sebenarnya telah dilakukan oleh siapa saja: mahasiswa, dosen, tukang ojek, penjaga warung, dan seterusnya. Tak heran jika ada yang menjuluki Komunikasi Politik sebagai neologisme, yakni ilmu yang sebenarnya tak lebih dari istilah belaka.
Dalam praktiknya, komuniaksi politik sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, dalam aktivitas sehari-hari, tidak satu pun manusia tidak berkomunikasi, dan kadang-kadang sudah terjebak dalam analisis dan kajian komunikasi politik. Berbagai penilaian dan analisis orang awam berkomentar sosal kenaikan BBM, ini merupakan contoh kekentalan komunikasi politik. Sebab, sikap pemerintah untuk menaikkan BBM sudah melalui proses komunikasi politik dengan mendapat persetujuan DPR
• Gabriel Almond (1960): komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik. “All of the functions performed in the political system, political socialization and recruitment, interest articulation, interest aggregation, rule making, rule application, and rule adjudication,are performed by means of communication.”
Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan-pesan yang terjadi pada saat keenam fungsi lainnya itu dijalankan. Hal ini berarti bahwa fungsi komunikasi politik terdapat secara inherent di dalam setiap fungsi sistem politik.
• Process by which a nation’s leadership, media, and citizenry exchange and confer meaning upon messages that relate to the conduct of public policy. (Perloff).
• Communication (activity) considered political by virtue of its consequences (actual or potential) which regulate human conduct under the condition of conflict (Dan Nimmo). Kegiatan komunikasi yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia dalam kondisi konflik. Cakupan: komunikator (politisi, profesional, aktivis), pesan, persuasi, media, khalayak, dan akibat.
• Communicatory activity considered political by virtue of its consequences, actual, and potential, that it has for the funcioning of political systems (Fagen, 1966).
• Political communication refers to any exchange of symbols or messages that to a significant extent have been shaped by or have consequences for the political system (Meadow, 1980).
• Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi partai politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa –“penggabungan kepentingan” (interest aggregation” dan “perumusan kepentingan” (interest articulation) untuk diperjuangkan menjadi public policy. (Miriam Budiardjo).
• Jack Plano dkk. Kamus Analisa Politik: penyebaran aksi, makna, atau pesan yang bersangkutan dengan fungsi suatu sistem politik, melibatkan unsur-unsur komunikasi seperti komunikator, pesan, dan lainnya. Kebanyakan komunikasi politik merupakan lapangan wewenang lembaga-lembaga khusus, seperti media massa, badan informasi pemerintah, atau parpol. Namun demikian, komunikasi politik dapat ditemukan dalam setiap lingkungan sosial, mulai dari lingkup dua orang hingga ruang kantor parlemen.
• Wikipedia: Political communication is a field of communications that is concerned with politics. Communication often influences political decisions and vice versa.
The field of political communication concern 2 main areas:
1. Election campaigns – Political communications deals with campaigning for elections.
2. Political communications is one of the Government operations. This role is usually fullfiled by the Ministry of Communications and or Information Technology.
• Mochtar Pabotinggi (1993): dalam praktek proses komunikasi politik sering mengalami empat distorsi.
1. Distorsi bahasa sebagai “topeng”; ada euphemism (penghalusan kata); bahasa yang menampilkan sesuatu lain dari yang dimaksudkan atau berbeda dengan situasi sebenarnya, bisa disebut seperti diungkakan Ben Anderson (1966), “bahasa topeng”.
2. Distorsi bahasa sebagai “proyek lupa”; lupa sebagai sesuatu yang dimanipulasikan; lupa dapat diciptakan dan direncanakan bukan hanya atas satu orang, melainkan atas puluhan bahkan ratusan juta orang.”
3. Distorsi bahasa sebagai “representasi”; terjadi bila kita melukiskan sesuatu tidak sebagaimana mestinya. Contoh: gambaran buruk kaum Muslimin dan orang Arab oleh media Barat.
4. Distorsi bahasa sebagai “ideologi”. Ada dua perspektif yang cenderung menyebarkan distoris ideologi. Pertama, perspektif yang mengidentikkan kegiatan politik sebagai hak istimewa sekelompok orang –monopoli politik kelompok tertentu. Kedua, perspektif yang semata-mata menekankan tujuan tertinggi suatu sistem politik. Mereka yang menganut perspektif ini hanya menitikberatkan pada tujuan tertinggi sebuah sistem politik tanpa mempersoalkan apa yang sesungguhnya dikehendaki rakyat.
Referensi:
Dan Nimmo. Komunikasi Politik. Rosda, Bandung, 1982; Gabriel Almond The Politics of the Development Areas, 1960; Gabriel Almond and G Bingham Powell, Comparative Politics: A Developmental Approach. New Delhi, Oxford & IBH Publishing Company, 1976; Mochtar Pabottinggi, “Komunikasi Politik dan Transformasi Ilmu Politik” dalam Indonesia dan Komunikasi Politik, Maswadi Rauf dan Mappa Nasrun (eds). Jakarta, Gramedia, 1993; Jack Plano dkk., Kamus Analisa Politik, Rajawali Jakarta 1989.*
Struktur Politik (III)
Mesin Politik Resmi
Yang berada di wilayah resmi, dalam arti merupakan mesin politik formal, diuraikan sebagai berikut:
a.Teori Montesquieu menurut Immanuel Kant yaitu Trias Politika
Tentang kekuasaan pemerintah yang di pisah-pisah :
kekuasaan atau lembaga legislatif : pembuat undang-undang
eksekutif : pelaksana undang-undang
yudisial : pelaksana peradilan
banyak pula muncul berbagai pendapat tentang kekuasaan, pendapat vollenhoven, yang terkenal dengan catur prajannya. Tugas pemerintah (bewindvoeren), dibagi 4 fungsi yaitu, pemerintahan, kepolisian, peradilan, perundang-undangan.
b.Meminjam teori dikotiomi, hanya ada dua macam kekuasaan menetapkan kebijaksann (policy making) dan kekuasaan melaksakan kebijaksanaan (policy executing). Di lain pihak Almond melihat bahwa supra struktur politik mempunyai fungsi sebagai rule making, rule aplication, dan rulu adjudication.
Di negeri kita dalam sektor pemerintahan dewasa ini ditemukan struktur yang ekstra, seperti Dewan Nasional (Denas). Dewan Perancang Nasional (Depernas), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kopkamtib, Bakorstanas, Bakin, BPKP,dll.
Menurut klasifikasi, ada dua jenis sistem pemerintahan, yaitu:
(1)sistem pemerintahan parlementer (parliamentary executive / cabinet goverment system)
(2)sistem pemerintahan presidensial (non parliamentary / fixed executive).
Fungsi Politik
Fungsi politik adalah pemenuhan tugas dan tujuan struktur politik. Jadi, suatu struktur politik dapat dikatakan berfungsi apabila sebagian atau seluruh tugasnya terlaksana dan tujuannya tercapai. Oleh karena itu, struktur politik di bedakan atas infrastruktur politik, yaitu struktur politik masyarakat atau rakyat, suasana kehidupan politik masyarakat, sektor politik masyarakat, dan suprastruktur politik, yaitu struktur politik pemerintahan, sektor pemerintahan, suasana pemerintahan,
sumber: Struktur Politik Bag III http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/1865423-struktur-politik-bag-iii/#ixzz1Iqd0VbEa
Narasumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/struktur-dan-fungsi-politik-3/
http://hesti88.wordpress.com/2010/11/23/tugas-4-struktur-dan-fungsi-politik/
http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/1865423-struktur-politik-bag-iii/
1. Bagan Struktur Politik
Struktur politik adalah susunan komponen-komponen politik yang saling berhubungan satu sama lain atau secara fungsional diartikan sebagai pelembagaan hubungan antara komponen-komponen yang membentuk sistem politik. Struktur politik suatu negara menggambarkan susunan kekuasaan di dalam negara itu.
Struktur politik mempunyai kaitan yang erat dengan struktur-struktur lainnya yang ada di dalam masyarakat, seperti struktur ekonomi, struktur sosial, dan struktur budaya. Keseluruhan struktur-struktur ini membentuk bangunan masyarakat.
Struktur politik Indonesia diatur dalam UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya, yang secara garis besar terdiri atas suprastruktur dan infrastruktur politik. Berdasarkan kategori lain, struktur politik dibagi atas struktur politik formal dan struktur politik informal.
Struktur politik merupakan keseluruhan bagian atau komponen (yang berupa lembaga-lembaga) dalam suatu sistem politik yang menjalankan fungsi atau tugas tertentu.
Umumnya struktur yang dimiliki oleh suatu sistem politik terdapat beberapa kategori seperti, kelompok kepentingan, partai politik, badan peradilan, dewan eksekutif, legislative, birokrasi dsb. Akan tetapi struktur tersebut tidak banyak membantu dalam memperbandingakan satu system politik yang satu terhadap system politik yang lainnya terkecuali struktur politik tersebut berjalan beriringan dengan fungsi dari system politik itu sendiri, atau dengan lain kata struktur dapat efektif dan tertata sejauh fungsinya sesuai dengan system politik yang ada.
1. Fungsi Politik
Dalam suatu negara Politik sangat berguna sebagai pengatur kehidupan masyarakatnya, jika tidak ada Politik dalam suatu negara, maka kehidupan suatu negara akan menjadi berantakan, tidak ada tujuan, tidak ada undang-undang, tidak ada hukum dan tidak ada yang mengatur kehidupan negara, hal ini yang membuat politik sangat diperlukan dalam kehidupan bernegara. Adapun fungsi politik sebagai berikut:
• Perumusan kepentingan
• Pemaduan kepentingan
• Pembuatan kebijakan umum
• Penerapan kebijakan
• Pengawasan pelaksanaan kebijakan
Fungsi Politik yang lain
Apabila kita bisa mengetahui bagaimana bekerjanya suatu keseluruhan system, dan bagaimana lembaga-lembaga politik yang terstruktur dapat menjalan fungsi barulah analisa perpandingan politik dapat memiliki arti. Lembaga politik mempunya tiga fungsi sebagaimana yang telah digambarkan oleh prof Almond sebagai berikut;
1. Sosialisasi politik. Merupakan fungsi untuk mengembangkan dan memperkuat sikap-sikap politik di kalangan penduduk, atau melatih rakyat untuk menjalankan peranan-peranan politik, administrative, dan yudisial tertentu.
2. Rekruitmen politik. Merupakan fungsi penyeleksian rakyat untuk kegiatan politik dan jabatan pemerintahan melalui penampilan dalam media komunikasi, menjadi anggota organisasi, mencalonkan diri untuk jabatan tertentu, pendidikan, dan ujian.
3. komunikasi politik. Merupakan jalan mengalirnya informasi melalui masyarakat dan melalui berbagai struktur yang ada dalam system politik. Ketiga fungsi diatas tidak secara langsung terlibat dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan instansi Negara, akan tetapi peranannya sangat penting dalam cara bekerja sistem politik
Menurut Para Pakar
Menurut Rachman ( 2006) menjelaskan dari pengertian sosialisasi Politik berasal dari dua kata yaitu Sosialisasi dan Politik. Sosialisasi berarti pemasyarakatan dan Politik berarti urusan negara. Jadi secara etimologis Sosialisasi Politik adalah pemasyarakatan urusan negara. Urusan Negara yang dimaksud adalah semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sedangkan menurut Michael Rush dan Phillip Althoff yang dikutip dari http://setabasri01.blogspot.com menjelaskan Sosialisasi politik adalah proses oleh pengaruh mana seorang individu bisa mengenali sistem politik yang kemudian menentukan persepsi serta reaksinya terhadap gejala-gejala politik. Sosialisasi politik juga sarana bagi suatu suatu generasi untuk mewariskan keyakinan-keyakinan politiknya kepada generasi sesudahnya. Sosialisasi politik ini merupakan proses yang berlangsung lama dan rumit yang dihasilkan dari usaha saling mempengaruhi di antara kepribadian individu dan pengalaman-pengalaman politiknya yang relevan dan memberi bentuk terhadap tingkah laku politiknya.
Sosialisasi politik mempunyai tujuan menumbuh kembangkan serta menguatkan sikap politik dikalangan masyarakat (penduduk) secara umum (menyeluruh), atau bagian-bagian dari penduduk, atau melatih rakyat untuk menjalankan peranan-peranan politik, administrative, judicial tertentu.
Menurut Hyman dalam buku panduan Rusnaini ( 2008) sosialisasi politik merupakan suatu proses belajar yang kontinyu yang melibatkan baik belajar secara emosional (emotional learning) maupun indoktrinasi politik yang manifes dan dimediai oleh segala partisipasi dan pengalaman si individu yang menjalaninya. Sosialisasi politik melatih individu dalam memasukkan nilai-nilai politik yang berlaku di dalam sebuah sistem politik.
2. Agen-agen Sosialisasi Politik
Menurut Tischler (1999) yang dikutip dari http://tentangkomputerkita.blogspot.com/ yang menjadi agen atau perantara dalam proses sosialisasi meliputi :
1. Keluarga
Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang.keluarga merupakan dasar pembantu utama struktur social yang lebih luas, dengan pengertian bahwa lembaga lainya tergantung pada eksistensinya. Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Fungsi keluarga antara lain:
1. Pengaturan seksual
2. Reproduksi
3. Sosialisasi
4. Pemeliharaan
5. Penempatan anak di dalam masyarakat
6. Pemuas kebutuhan perseorangan
7. Kontrol sosial
( Munandar (1989) di kutip dari http://tentangkomputerkita.blogspot.com/ )
2. Teman Pergaulan
Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.
3. Lembaga pendidikan formal (sekolah)
Lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab. Sehingga sekolah dirasa sebagai tempat yang cukup efektif dalam mendidik seorang anak untuk memupuk rasa tanggung jawab untuk kewajiban dan haknya.
4. Media massa
Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
5. Pemerintah
Pemerintah merupakan agen sosialisasi politik secondary group. Pemerintah merupakan agen yang punya kepentingan langsung atas sosialisasi politik. Pemerintah yang menjalankan sistem politik dan stabilitasnya. Pemerintah biasanya melibatkan diri dalam politik pendidikan, di mana beberapa mata pelajaran ditujukan untuk memperkenalkan siswa kepada sistem politik negara, pemimpin, lagu kebangsaan, dan sejenisnya. Pemerintah juga, secara tidak langsung, melakukan sosialisasi politik melalui tindakan-tindakannya. Melalui tindakan pemerintah, orientasi afektif individu bisa terpengaruh dan ini mempengaruhi budaya politiknya.
6. Partai Politik
Partai politik adalah agen sosialisasi politik secondary group. Partai politik biasanya membawakan kepentingan nilai spesifik dari warga negara, seperti agama, kebudayaan, keadilan, nasionalisme, dan sejenisnya. Melalui partai politik dan kegiatannya, individu dapat mengetahui kegiatan politik di negara, pemimpin-pemimpin baru, dan kebijakan-kebijakan yang ada.
7. Agen-agen lain
Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.
Selain itu, sosialisasi politik juga ditentukan oleh faktor interaksi pengalaman-pengalaman seseorang dalam keluarga, tempat tinggal, pendidikan dan pergaulannya. Karena hal ini yang sangat berperan membentuk karakter anak untuk dewasa nantinya.
3. Sosialisasi Politik di berbagai Negara
a. Di Negara Liberal
Sosialisasi politik di negara liberal merupakan salah satu sebagai pendidikan politik. Pendidikan politik adalah proses dialogik diantara pemberi dan penerima pesan. Melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan simbol-simbol politik negaranya dari berbagai pihak seperti sekolah, pemerintah, dan partai politik. Pendidikan politik dipandang sebagai proses dialog antara pendidik, seperti sekolah, pemerintah, partai politik dan peserta didik dalam rangka pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai, norma dan simbol politik yang dianggap ideal dan baik.
b. Di Negara Totaliter
Sosialisasi politik di negara totaliter merupakan indoktrinasi politik. Indoktrinasi politik ialah proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa sebagai ideal dan baik. Melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaaan psikologis, dan latihan penuh disiplin, partai politik dalam sistem politik totaliter melaksanakan fungsi indoktinasi politik.
c. Di Negara Berkembang
Menurut Robert Le Vine dalam handout perkuliahan Rusnaini ( 2008:17) berpendapat bahwa “sosialisasi politik pada negara berkembang cenderung mempunyai relasi lebih dekat pada sistem-sistem lokal, kesukuan, etnis, dan regional daripada dengan sistem-sistem politik nasional”. Ada 3 faktor penting dalm sosialisasi politik pada masyarakat berkembang, yaitu :
1. Pertumbuhan pendidikan di negara-negara berkembang dapat melampui kapasitas mereka untuk memodernisasi kelompok tradisional lewat industrinalisasi dan pendidikan.
2. Sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional antara jenis kelamin, sehingga kaum wanita lebih erat terikat pada nilai tradisional.
3. Mungkin pengaruh urbanisasi yang selalu dianggap sebgai saru kekuatan perkasa untuk mengembangkan nilai-nilai tradisional.
d. Di Masyarakat Primitif
Proses sosialisasi politik pada masyarakat primitif sangat bergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakatnya, dan berbeda pada tiap suku. Sosialisasi politik pada masyarakat primitif sangat tergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakatnya, dan berbeda pada tiap suku.
4. Metode Sosialisasi Politik yang dikemukakan oleh Rush dan Althof
a. Imitasi
Peniruan terhadap tingkah laku individu-individu lain. Imitasi penting dalam sosialisasi masa kanak-kanak. Pada remaja dan dewasa, imitasi lebih banyakbercampur dengan kedua mekanisme lainnya, sehingga satu derajat peniruannya terdapat pula pada instruksi mupun motivasi.
b. Instruksi
Peristiwa penjelasan diri seseornag dengan sengaja dapat ditempatkan dalam suatu situasi yang intruktif sifatnya.
c. Motivasi
Sebagaimana dijelaskan Le Vine merupakan tingkah laku yang tepat yang cocok yang dipelajari melalui proses coba-coba dan gagal (trial and error).
Jika imitasi dan instruksi merupakan tipe khusus dari pengalaman, sementara motivasi lebih banyak diidentifikasikan dengan pengalaman pada umumnya.
Sosialisasi politik yang selanjutnya akan mempengaruhi pembentukan jati diri politik pada seseorang dapat terjadi melalui cara langsung dan tidak langsung. Proses tidak langsung meliputi berbagai bentuk proses sosialisasi yang pada dasarnya tidak bersifat politik tetapi dikemudian hari berpengatuh terhadap pembentukan jati diri atau kepribadian politik. Sosialisasi politik lnagsung menunjuk pada proses-proses pengoperan atau pembnetukan orientasi-orientasi yang di dalam bentuk dan isinya bersifat politik.
Komunikasi Politik
Secara sederhana, komunikasi politik (political communication) adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara ”yang memerintah” dan ”yang diperintah”.
Mengkomunikasikan politik tanpa aksi politik yang kongkret sebenarnya telah dilakukan oleh siapa saja: mahasiswa, dosen, tukang ojek, penjaga warung, dan seterusnya. Tak heran jika ada yang menjuluki Komunikasi Politik sebagai neologisme, yakni ilmu yang sebenarnya tak lebih dari istilah belaka.
Dalam praktiknya, komuniaksi politik sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, dalam aktivitas sehari-hari, tidak satu pun manusia tidak berkomunikasi, dan kadang-kadang sudah terjebak dalam analisis dan kajian komunikasi politik. Berbagai penilaian dan analisis orang awam berkomentar sosal kenaikan BBM, ini merupakan contoh kekentalan komunikasi politik. Sebab, sikap pemerintah untuk menaikkan BBM sudah melalui proses komunikasi politik dengan mendapat persetujuan DPR
• Gabriel Almond (1960): komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik. “All of the functions performed in the political system, political socialization and recruitment, interest articulation, interest aggregation, rule making, rule application, and rule adjudication,are performed by means of communication.”
Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan-pesan yang terjadi pada saat keenam fungsi lainnya itu dijalankan. Hal ini berarti bahwa fungsi komunikasi politik terdapat secara inherent di dalam setiap fungsi sistem politik.
• Process by which a nation’s leadership, media, and citizenry exchange and confer meaning upon messages that relate to the conduct of public policy. (Perloff).
• Communication (activity) considered political by virtue of its consequences (actual or potential) which regulate human conduct under the condition of conflict (Dan Nimmo). Kegiatan komunikasi yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia dalam kondisi konflik. Cakupan: komunikator (politisi, profesional, aktivis), pesan, persuasi, media, khalayak, dan akibat.
• Communicatory activity considered political by virtue of its consequences, actual, and potential, that it has for the funcioning of political systems (Fagen, 1966).
• Political communication refers to any exchange of symbols or messages that to a significant extent have been shaped by or have consequences for the political system (Meadow, 1980).
• Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi partai politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa –“penggabungan kepentingan” (interest aggregation” dan “perumusan kepentingan” (interest articulation) untuk diperjuangkan menjadi public policy. (Miriam Budiardjo).
• Jack Plano dkk. Kamus Analisa Politik: penyebaran aksi, makna, atau pesan yang bersangkutan dengan fungsi suatu sistem politik, melibatkan unsur-unsur komunikasi seperti komunikator, pesan, dan lainnya. Kebanyakan komunikasi politik merupakan lapangan wewenang lembaga-lembaga khusus, seperti media massa, badan informasi pemerintah, atau parpol. Namun demikian, komunikasi politik dapat ditemukan dalam setiap lingkungan sosial, mulai dari lingkup dua orang hingga ruang kantor parlemen.
• Wikipedia: Political communication is a field of communications that is concerned with politics. Communication often influences political decisions and vice versa.
The field of political communication concern 2 main areas:
1. Election campaigns – Political communications deals with campaigning for elections.
2. Political communications is one of the Government operations. This role is usually fullfiled by the Ministry of Communications and or Information Technology.
• Mochtar Pabotinggi (1993): dalam praktek proses komunikasi politik sering mengalami empat distorsi.
1. Distorsi bahasa sebagai “topeng”; ada euphemism (penghalusan kata); bahasa yang menampilkan sesuatu lain dari yang dimaksudkan atau berbeda dengan situasi sebenarnya, bisa disebut seperti diungkakan Ben Anderson (1966), “bahasa topeng”.
2. Distorsi bahasa sebagai “proyek lupa”; lupa sebagai sesuatu yang dimanipulasikan; lupa dapat diciptakan dan direncanakan bukan hanya atas satu orang, melainkan atas puluhan bahkan ratusan juta orang.”
3. Distorsi bahasa sebagai “representasi”; terjadi bila kita melukiskan sesuatu tidak sebagaimana mestinya. Contoh: gambaran buruk kaum Muslimin dan orang Arab oleh media Barat.
4. Distorsi bahasa sebagai “ideologi”. Ada dua perspektif yang cenderung menyebarkan distoris ideologi. Pertama, perspektif yang mengidentikkan kegiatan politik sebagai hak istimewa sekelompok orang –monopoli politik kelompok tertentu. Kedua, perspektif yang semata-mata menekankan tujuan tertinggi suatu sistem politik. Mereka yang menganut perspektif ini hanya menitikberatkan pada tujuan tertinggi sebuah sistem politik tanpa mempersoalkan apa yang sesungguhnya dikehendaki rakyat.
Referensi:
Dan Nimmo. Komunikasi Politik. Rosda, Bandung, 1982; Gabriel Almond The Politics of the Development Areas, 1960; Gabriel Almond and G Bingham Powell, Comparative Politics: A Developmental Approach. New Delhi, Oxford & IBH Publishing Company, 1976; Mochtar Pabottinggi, “Komunikasi Politik dan Transformasi Ilmu Politik” dalam Indonesia dan Komunikasi Politik, Maswadi Rauf dan Mappa Nasrun (eds). Jakarta, Gramedia, 1993; Jack Plano dkk., Kamus Analisa Politik, Rajawali Jakarta 1989.*
Struktur Politik (III)
Mesin Politik Resmi
Yang berada di wilayah resmi, dalam arti merupakan mesin politik formal, diuraikan sebagai berikut:
a.Teori Montesquieu menurut Immanuel Kant yaitu Trias Politika
Tentang kekuasaan pemerintah yang di pisah-pisah :
kekuasaan atau lembaga legislatif : pembuat undang-undang
eksekutif : pelaksana undang-undang
yudisial : pelaksana peradilan
banyak pula muncul berbagai pendapat tentang kekuasaan, pendapat vollenhoven, yang terkenal dengan catur prajannya. Tugas pemerintah (bewindvoeren), dibagi 4 fungsi yaitu, pemerintahan, kepolisian, peradilan, perundang-undangan.
b.Meminjam teori dikotiomi, hanya ada dua macam kekuasaan menetapkan kebijaksann (policy making) dan kekuasaan melaksakan kebijaksanaan (policy executing). Di lain pihak Almond melihat bahwa supra struktur politik mempunyai fungsi sebagai rule making, rule aplication, dan rulu adjudication.
Di negeri kita dalam sektor pemerintahan dewasa ini ditemukan struktur yang ekstra, seperti Dewan Nasional (Denas). Dewan Perancang Nasional (Depernas), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kopkamtib, Bakorstanas, Bakin, BPKP,dll.
Menurut klasifikasi, ada dua jenis sistem pemerintahan, yaitu:
(1)sistem pemerintahan parlementer (parliamentary executive / cabinet goverment system)
(2)sistem pemerintahan presidensial (non parliamentary / fixed executive).
Fungsi Politik
Fungsi politik adalah pemenuhan tugas dan tujuan struktur politik. Jadi, suatu struktur politik dapat dikatakan berfungsi apabila sebagian atau seluruh tugasnya terlaksana dan tujuannya tercapai. Oleh karena itu, struktur politik di bedakan atas infrastruktur politik, yaitu struktur politik masyarakat atau rakyat, suasana kehidupan politik masyarakat, sektor politik masyarakat, dan suprastruktur politik, yaitu struktur politik pemerintahan, sektor pemerintahan, suasana pemerintahan,
sumber: Struktur Politik Bag III http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/1865423-struktur-politik-bag-iii/#ixzz1Iqd0VbEa
Narasumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/struktur-dan-fungsi-politik-3/
http://hesti88.wordpress.com/2010/11/23/tugas-4-struktur-dan-fungsi-politik/
http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/1865423-struktur-politik-bag-iii/
Langganan:
Postingan (Atom)